HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
RAGAM

Arti Sebuah Mesjid di Kota Roma



Reporter: Tingka Adiati
Juru Kamera: Nyoman Ifrozin
Lokasi: Roma, Italia
Tayang: Rabu, 13 Desember 2006 Pukul 12.00 Wib

indosiar.com, Italia - Italia adalah pusat kebudayaan Eropa. Berbagai bangunan tua masih menyisakan sisa-sisa kebesaran kerajaan Romawi, yang tersebar, mulai dari kota Roma, Ibukota Italia, hingga ke kota Venesia, Napoli, dan kota kecil Pisa.

Mayoritas penduduk Italia beragama Katolik. Namun Italia juga terbuka bagi agama lain, seperti agama Islam. Kebanyakan pemeluk agama Islam adalah kaum pendatang, dari negara-negara Afrika Bagian Utara, seperti Maroko, Aljazair, dan Tunisia, serta dari Timur Tengah, dan Asia, seperti Pakistan, Malaysia dan Indonesia.

Bagi pemeluk agama Islam, pemerintah Italia mendirikan sebuah masjid, bernama Mosque De Roma, atau Masjid Roma. Terletak di kawasan yang tenang, di tengah kota Roma bernama Parioli, Monta Antena. Masjid Roma ini merupakan masjid terbesar di Eropa.

Tahun 1975, Raja Faisal dari Saudi Arabia, melontarkan gagasan mendirikan masjid di Kota Roma. Gagasan ini direalisasikan pada tahun 1984. Dan pada tanggal 21 Juni 1995, Mosque De Roma diresmikan penggunaannya.

Sejumlah negara Islam, termasuk Indonesia, menyumbang pembangunan masjid ini. Nama negara-negara donatur, terpampang di pintu masuk masjid.Pada musim panas, Masjid Roma yang didominasi warna putih tampak megah, di tengah rimbunnya pepohonan.

Memasuki bangunan masjid, yang terasa suasana sejuk dan hening. Di luar waktu sholat Jumat dan hari raya agama Islam, ruangan masjid yang mampu menampung tiga ribu jamaah ini tidak digunakan.

Namun setiap hari Rabu dan Sabtu, dari pukul 9 hingga 11.30 pagi, masjid terbuka untuk umum. Saat itulah banyak wisatawan datang mengunjungi tempat ibadah ini.

Masjid Roma dirancang oleh tiga orang arsitek, dua dari Italia, dan satu dari Arab. Tidak heran, jika interior masjid merupakan perpaduan antara seni Eropa dan Arab. Mosaik yang menghiasi pintu dan dinding misalnya, berasal dari Maroko. Demikian juga lampu hias, yang menggantung di langit-langit masjid, terbuat dari tembaga dan kuningan.

Suasana di sekitar masjid menjadi ramai pada setiap hari Jumat. Pada saat seperti ini muncul pasar kaget di trotoar depan masjid. Para pedagangnya warga pendatang.

Ada yang berjualan chawarma, atau daging kebab khas turki. Ada yang berjualan martabak, dan ada pula sate. Semua dijual dengan harga dua Euro, atau sekitar 25 ribu rupiah.

Di sudut lain, ada yang menjual pakaian muslim, dan cendera mata khas negara asalnya. Pasar kaget ini ramai dikunjungi sebelum dan sesudah sholat Jumat.

Masjid di tengah kota Roma yang mayoritas penduduknya beragama Katolik terasa menyejukkan. Karena masjid ini juga menjadi perlambang kerukunan beragama di Italia. Salah satu negara yang menjadi pusat kebudayaan Eropa. (Suprie)

Bookmark and Share


Page: 1 2
12-Jun-2009 08:21:44 WIB by rifki
ternyata masih ada tempat bagiku disana,,
26-Jan-2007 13:39:57 WIB by mia
beritanya bagus, sering aja nampilin berita seperti ini
10-Jan-2007 10:12:02 WIB by hannisa arina zahra
Ternyata Katolik agama yg bagus. Mereka gak membedakan-bedakan Sara,walaupun roma mayoritas katolik,tapi mereka mendirikan masjid super megah dan tetap menghormati agama lain!
2-Jan-2007 20:02:07 WIB by eko sugiarto
sangat mengharukan sekali soalnya sy dah merasakan sendiri , sy bs dtg k msjd 1 thn sekali blm tnt bs ya itu krn d ngra ini sm sprt d roma masjid hanya 1 ,bs mndgr azdhan waktu slt jm"at air mt bs kluar dgn sndrnya spt ds " yg prnh kita lakukan kluar smua .
2-Jan-2007 20:01:28 WIB by eko sugiarto
sangat mengharukan sekali soalnya sy dah merasakan sendiri , sy bs dtg k msjd 1 thn sekali blm tnt bs ya itu krn d ngra ini sm sprt d roma masjid hanya 1 ,bs mndgr azdhan waktu slt jm"at air mt bs kluar dgn sndrnya spt ds " yg prnh kita lakukan kluar smua .
30-Dec-2006 12:31:42 WIB by edyvanvreden
Islam sebenarnya juga mengakui toleransi dengan agama-agama lain, namun sangat disayangkan banyak Oknum yang mengatas namakan Islam dengan berbuat hal-hal buruk yang justru malah memperburuk citra Islam itu sendiri, kalau di Indonesia tindakan teror seperti Amrozi, Imam Samudra Cs (pelaku Bom Bali I), Dr. Azahari, Nurdin M.Top yang sekarang masih buron malah dianggap sebagai pahlawan. Kelakuan seperti ini seharusnya lenyap dari Indonesia. Agar citra Islam tidak tercoreng yang sebenarnya sangat menjujung toleransi. Kalau kita bandingkan dengan kota Roma yang berdiri mesjid ditengah-tengah non muslim rasanya sama dengan di Indonesia yang juga berdiri tempat ibadah agama-agama lain. tapi kalau ditimur tengah seperti negara-negara Arab tidak ada gereja yang berdiri disana kecuali di Irak selatan ada sebagian kecil beragama nasrani. Jadi di Indonesia jauh lebih baik dari pada negara lain toleransinya karena Indonesia menjunjung tinggi Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika.
28-Dec-2006 14:33:22 WIB by azhar
buagus
27-Dec-2006 20:06:16 WIB by lalam
buat bajingan arab,tolang jaga cara loe nyampaiin komentar loe di sini dan kalau loe ngakngerti semuanya jangan asal ngomong aja,gua rasa loe yang sebenarnya manusia goblok itu....hati-hati loe
27-Dec-2006 20:00:55 WIB by lalam
saya benar benar kaget mengetahui adanya mesjid di tengah kota roma yang nota bene adalah ka''bahnya orang-orang kristen,ini adalah cerminan betapa besar kekuasaan Allah,dan membuat kita semua yakin bahwa Islam bisa tumbuh di mana saja karena dia(agama Islam) adalah agama damai bukan teroris atau perusak yang seperti yang digembor gemborkan oleh amerika
26-Dec-2006 14:20:11 WIB by bye2
hal yang sangat menakjubkan ini jarang terjadi, hal ini harus disebarkan ke seluruh dunia jangan hanya di internet saja tapi juga di media cetak, dll.

 

Nama:
Email:
Security Code: