indosiar.com - Cerahnya sinar matahari pagi menyinari permukaan bumi. Embun pagi di daunan mulai memudar ke tanah. Suasana damai terlihat di hutan dan rawa Pulau Belitung. Tumbuhan simpor dan kelentaan terlihat indah dengan kelopak bunganya, mengundang kupu-kupu serta kumbang untuk hinggap menghampiri kedua tumbuhan hutan itu.
Keindahan Pulau Belitung tidak hanya berkutat pada panorama pantainya saja. Menyusuri hutan-hutan kecil di Pulau Belitung, mulai dari Tanjungpandan ke daerah Gantung dengan naik sepeda motor terasa mengasyikan. Dengan leluasa mata memandang, kiri kanan jalan ditumbuhi semak belukar membentang. Deretan pohon gelam tumbuhan berkayu keras, berjejer diantara danau-danau bekas galian tambang timah.
Tiba di daerah Gantung, sebelah timur Pulau Belitung, terdapat bendungan pice dengan Sungai Lenggang berkelok-kelok membela Pulau Belitung, menyimpan daya tarik tersendiri. Sungai Lenggang adalah satu sungai terpajang di pulau ini. Menyimpan kekayaan ekosistem berupa ke aneka ragaman jenis ikan air tawar termasuk ikan arwana. Oleh masyarakat setempat, ikan ini dinamakan ikan kelesak.
Ikan langka para dewa ini masih terdapat di sungai ini dan dilindungi oleh UU No. 5 Tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya.
Bendungan Pice semula digunakan untuk aktifitas penambangan timah. Dibangun semasa pemerintahan kolonial Belanda pada awal abad 20. Kini Bendungan Pice ini masih tetap digunakan untuk mengatur debit air di hulu. Sedangkan aktifitas penambangan timah sudah tidak terlihat lagi di aliran sungai ini.
Di sore hari, Bendungan Pice ini banyak dikunjungi masyarakat untuk menikmati panorama keindahan Sungai Lenggang dengan deburan air yang jatuh dari bendungan membentuk bui-bui busa yang mengembang ke permukaan.
Ada yang menarik dari Bendungan Pice ini. Apabila selama beberapa hari turun hujan yang sangat lebat, maka di sekitar bendungan ini akan terdapat ikan-ikan kecil yang jumlahnya sangat banyak. Masyarakat setempat menamakannya ikan cempedik.
Ikan ini diambil oleh masyarakat dengan menggunakan jaring yang terbuat dari kawat, yang diikatkan dengan tali lalu dibenamkan ke air di Bendungan Pice ini. Ikan cempedik ini akan masuk kedalam jaring kawat. Selain untuk lauk, ikan cempedik juga bisa dijadikan cemilan, dengan cara digoreng. Rasanya gurih.
Tidak hanya ikan cempedik, ikan-ikan air tawar lainnya juga banyak terdapat di Bendungan Pice. Ikan-ikan ini akan menghilang, jika terjadi musim panas berkepanjangan, karena air sungai akan surut dan kantong-kantong air mulai hilang akibat perambahan hutan, pemukiman penduduk, perkebunan dan juga tambang inkonvensional.(Ki Agus Wahyudi/Ijs)