HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | RESPOND ONLINE | INDOSIAR PEDULI | CORPORATE INFO
RAGAM

Benteng Pendem : Sejarah Perjuangan Rakyat Cilacap



Di Indonesia, banyak bangunan bersejarah yang menggambarkan perjuangan bangsa Indonesia dalam meraih kemerdekaannya. Seusai kemerdekaan, bangunan-bangunan bersejarah tersebut dikembangkan menjadi obyek wisata. Salah satu bangunan bersejarah terdapat di Cilacap, Jawa Tengah.

Bangunan bersejarah tersebut berupa benteng yang berada dibawah tanah. Tempat yang kemudian dikenal dengan nama Benteng Pendem, sebelumnya merupakan markas pertahanan Belanda pada masa perang sebelum dan sesudah kemerdekaan. Benteng ini juga menjadi saksi perjuangan rakyat Cilacap melawan penjajahan Belanda. Sebab di lokasi ini, sebuah bangunan bawah tanah menjadi tempat ratusan rakyat Cilacap dan TNI ditawan penjajah.

Benteng ini terletak di puncak sebuah bukit tertinggi di Nusakambangan. Dari puncak benteng ini, kita dapat melihat situasi seluruh pulau, Samudera Indonesia, Selat Indralaya dan Kota Cilacap.

Bangunan seluas 6,5 hektar tersebut dibangun oleh tentara kerajaan Belanda pada tahun 1862. Tempat itu dijadikan sebagai markas pertahanan Belanda sampai tahun 1942. Karena saat perang melawan Jepang, Belanda kalah, sehingga tempat itu kemudian dikuasai penjajah Jepang.

Pada tahun 1945, saat kota Hirosima dan Nagasaki dibom oleh tentara sekutu dan Jepang hengkang kembali ke negerinya, bangunan yang berada tak jauh dari Pulau Nusakambangan tersebut dikuasai TNI dari Banteng Loreng Kesatuan Jawa Tengah. Di tempat itu pula, para tentara berlatih perang dan pendaratan laut.

Pada tahun 1986 dilakukan penggalian terhadap lokasi yang berada di pintu Pelabuhan Cilacap tersebut. Ternyata didalamnya terdapat ratusan ruangan yang antara lain terdiri dari kamar istirahat atau barak, benteng pertahanan, benteng pengintai, ruang rapat, klinik pengobatan, gudang senjata, gudang mesiu, ruang penjara, dapur, ruang perwira dan ruang peluru.

Menurut Rasino, salah seorang tokoh warga Cilacap, sebelumnya tak ada yang menyangka jika didalam tanah gundukan yang berada tak jauh dari kilang minyak tersebut, terdapat sebuah bangunan bersejarah. Karena konon tempat tersebut lebih dulu dibuat bangunan, baru setelah itu ditimbun dengan tanah setebal empat meter, sehingga bangunan tersebut tak terlihat.

Di tempat itu pula, ratusan rakyat dan Tentara Indonesia pernah menjadi tawanan. Pada masa pemerintahan Belanda, para tentara yang dipenjara di Benteng Pendem banyak yang tidak kembali. Beberapa kali pasukan tentara dari Banteng Loreng, Jawa Tengah yang mencoba memasuki Benteng Pendem selalu gagal.

Kini Benteng Pendem yang bersebelahan obyek wisata Teluk Penyu menjadi obyek wisata andalan di Kabupaten Cilacap. Di lokasi tersebut diperkirakan masih terdapat bangunan lain yang masih tertimbun. Dari Benteng Pendem itu pula terdapat terowongan yang konon berhubungan dengan gua-gua yang ada di Pulau Nusakambangan.(kontributor : Nanang Anna Nurani/Idh)

Bookmark and Share