HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | RESPOND ONLINE | INDOSIAR PEDULI | CORPORATE INFO
RAGAM

Berpuasa Bagi Penderita Asma



Baca Juga:


Tags:

asma

Berita HOT:

indosiar.com - Penyakit asma hingga kini masih tergolong penyakit yang tidak dapat disembuhkan. Polusi udara dan kurangnya kebersihan lingkungan yang terdapat di kota-kota besar merupakan faktor yang sangat dominan meningkatnya serangan penyakit asma di Indonesia. Pada tahun 2005, WHO menginformasikan jumlah penderita asma di dunia mencapai 100 - 150 juta orang, sedangkan di Indonesia mencapai 2 juta orang. Penyakit yang memiliki gejala seperti dada sesak dan napas bunyi (mengik) ini akibat faktor genetik dan lingkungan. Kedua faktor tersebut saling berkaitan dalam mekanisme timbulnya gejala asma.

Hingga saat ini, pengobatan untuk penyakit asma masih identik dengan biaya tinggi alias mahal. Namun, para penderita penyakit ini tetap dapat hidup normal, tanpa mengeluarkan biaya besar yaitu dengan menerapkan pola hidup yang bersih dan teratur.

Penyakit asma atau penyakit saluran nafas kronik merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan secara total. Namun, penyakit yang banyak menyerang warga kota besar, dimana tingkat polusi udaranya tinggi ini dapat dikendalikan melalui pola hidup yang bersih dan teratur.

Jika tidak dikelola dengan baik oleh penderita, penyakit yang sifatnya fluktuatif ini dapat mengakibatkan kematian. Sebab, asma tergolong penyakit yang sulit diprediksi dan belum diketahui pasti penyebabnya. Namun, dengan melakukan upaya pencegahan dan pengendalian sekaligus pengobatan yang baik, para penderita asma dapat melakukan aktifitas hariannya secara normal.

Pada penyakit asma, ada empat stadium dan derajat asma, sesuai dengan berat ringannya penyakit. Yaitu, asma intermiten (yang paling ringan), asma persisten ringan, asma persisten sedang, dan asma persisten berat.

Mengenai obat asma, ada yang bersifat pelega (reliever), ada pula yang bersifat pengontrol (controller). Pelega akan membuat saluran napas yang menyempit membuka kembali, sementara pengontrol akan membuat saluran napas tidak mudah menyempit bila ada faktor pencetus serangan asma.

Pada bulan suci ramadhan ini, setiap umat Islam tentunya ingin melaksanakan ibadah puasa sebaik mungkin, demikian juga bagi para penderita asma. Namun ada beberapa hal yang perlu di perhatikan agar dapat menjalankan ibadahnya dengan sempurna diantaranya pemilihan obat dan makanan.

Spesialis Paru dari Rumah Sakit Persahabatan, Jakarta, Dr Tjandra Yoga Aditama SpP(K) MARS, menjelaskan ada beberapa hal yang perlu di sesuaikan oleh penderita asma untuk menjalankan puasa. Misalnya adalah pemilihan obat.

Bagi penderita asma yang ingin menjalani ibadah puasa, sering mengeluh tentang batuk dan sesk napas, terutama pada dini hari menjelang sahur. Karena itu, mereka yang mengidap asma, perlu mengetahui hal ini plus cara mengatasinya. Karena itu, sebaiknya menjelang bulan Ramadhan, penderita asma memeriksakan diri ke dokter. Dari konsultasi dengan dokter itu, mungkin ada beberapa hal yang perlu disesuaikan, baik cara hidup, obat, makanan, dan lain-lain.

Untuk pengobatannya, saat ini telah tersedia obat asma yang sifatnya long acting yaitu lama daya kerjanya bisa mencapai 12 atau 24 jam, sehingga cukup dipakai satu atau dua kali sehari saja. Baik yang diminum ataupun disemprot/dihisap (inhaler). Setelah memakai obat inhaler dianjurkan untuk kumur-kumur.

Di antara jenis obat asma itu, obat yang paling aman dan efektif adalah yang diberikan dalam bentuk semprot/isap (inhaler). Karena obat semprot/isap ini langsung masuk ke saluran napas, efeknya cepat, efek samping minimal, dan dosisnya kecil.

Menurut Dokter Tjandra khasiat obat asma tersebut sama, bahkan lebih baik. Untuk memilihnya, pasien dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter. Seperti anjuran ulama, dia pula menganjurkan para penderita asma untuk tidak makan sekaligus banyak pada saat berbuka puasa. Sebab bukan tidak mungkin makanan tersebut justru mencetuskan serangan asma. Di pihak lain, jangan pula makan terlalu sedikit, sebab daya tahan tubuh akan menurun.(Ijs)

Bookmark and Share