HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
RAGAM

Berziarah ke Makam Sunan Ampel



Reporter: Ahmad Baehaqi
Juru Kamera: Dedi Suhardiman

Penyunting Gambar : Punto Wibisono

Lokasi : Surabaya, Jawa Timur
Tayang: Rabu, 19 September 2007, Pukul 12.30 WIB

indosiar.com, Surabaya - Inilah kawasan wisata ziarah religi Sunan Ampel, di Surabaya, Jawa Timur. Tempat ini banyak didatangi para peziarah yang ingin berkunjung ke makam Sunan Ampel.

Makam Raden Muhammad Ali Rahmatullah atau lebih dikenal dengan sebutan Sunan Ampel, terletak di belakang mesjid. Untuk mencapai makam harus melewati sembilan gapura, sesuai arah mata angin, yang melambangkan wali songo atau sembilan wali. Tiga gapura merupakan bangunan asli peninggalan Sunan Ampel.

Makam Sunan Ampel bersebelahan dengan makam istri pertamanya, Nyai Condrowati, yang merupakan keturunan Raja Brawijaya Lima.

Di komplek makam ini terdapat juga makam para pengawal dan pengikut Sunan Ampel. Diantaranya makam Mbah Soleh yang berjumlah sembilan. Konon Mbah Soleh meninggal sembilan kali, karena itu makamnya ada sembilan.

Selain itu, terdapat juga makam Mbah Bolong. Semasa hidupnya Mbah Bolong yang memiliki nama asli Sonhaji ini, ahli dalam menentukan arah mata angin. Terutama untuk menentukan arah kiblat.

Di tempat ini juga terdapat petilasan Sunan Kalijaga, yang ramai dikunjungi para peziarah.Wisata ziarah religi Sunan Ampel mulai digalakkan sejak tahun 1972, setelah diadakannya haul atau peringatan hari wafat Sunan Ampel untuk pertamakalinya. Salah seorang peziarah bernama Umiyana.

Di tempat ini juga terdapat mesjid peninggalan Sunan Ampel. Bangunan utamanya sudah empat kali dipugar. Awalnya Sunan Ampel mendirikan mesjid ini di atas lahan seluas dua ribu meter persegi pada tahun 1421 Masehi. Setelah dipugar, komplek mesjid Sunan Ampel kini memiliki luas sekitar setengah hektar.

Keunikan dan nilai sejarah mesjid ini terletak pada 16 tiang penyangganya yang terbuat dari kayu jati berukuran 17 meter tanpa sambungan.Tiang penyangga ini hingga kini masih kokoh, padahal umurnya sudah lebih dari 600 tahun.

Di tiang penyangga terdapat ukiran-ukiran kuno peninggalan zaman Majapahit yang bermakna Keesaan Tuhan. Mesjid ini memiliki 48 pintu yang masih asli, dengan diameter satu setengah meter, dan tinggi dua meter.

Bangunan lain yang menjadi ciri khas mesjid ini adalah menara setinggi 50 meter. Dahulu, menara ini berfungsi sebagai tempat azan. Di sebelah menara terdapat kubah berbentuk pendopo jawa, dengan lambang ukiran mahkota berbentuk matahari, yang merupakan lambang kejayaan Majapahit.

Di tempat ini juga terdapat sumur bersejarah. Namun kini sudah ditutup dengan besi.Air sumur ini dipercaya memiliki kelebihan seperti air zamzam di Mekkah. Khasiatnya beragam, diantaranya dipercaya dapat menjadi obat. Para peziarah sering membawa air ini sebagai oleh-oleh.

Menurut juru kunci bernama HM Suryansyah, banyak peziarah percaya air sumur memiliki khasiat untuk menyembuhkan orang sakit. Benda lainnya yang masih tampak asli adalah Mihrab tempat Sunan Ampel memberikan ceramah semasa hidupnya. Mihrab ini sudah rapuh, sehingga tidak dipergunakan lagi.

Begitu pula dengan beduk kecil ini, sudah jarang dipukul. Karena usianya sudah ratusan tahun.Pada bulan ramadhan ini para peziarah semakin banyak yang datang.

Mereka datang untuk mendo'akan Sunan Ampel, sekaligus menghormatinya, sebagai salah satu sunan yang menjadi penyebar agama Islam. (Helmi Azahari/Ijs)

Bookmark and Share


Page: 1 2
12-Jul-2010 07:22:40 WIB by sonhaji
karomah wali Alloh benar-benar diperlihatkan kpd manusia masakini agar dpt meniru kabaikannya....
6-Oct-2009 14:34:07 WIB by janCOK jaran
gatel
24-Sep-2007 08:57:05 WIB by jabalnur
kalau bisa jalan2 juga ke bau2 karna disana juga ada mesjid tua yang paling bersejarah.yang ada dibenteng keraton buton.pasti senang deh kalau indosiar kebau2
20-Sep-2007 15:33:09 WIB by ady
Menarik sekali yach, jln2 sambil ziarah
12-Nov-2006 09:46:14 WIB by tyka
isi komentar Anda di sini...
3-Nov-2006 10:21:38 WIB by alivia
biasa aja tuch
18-Oct-2006 11:01:58 WIB by hadi
Menarik sekali apalagi dalam Bulan Ramadhan seraya kita ini ingin sekali meniru jejak langkahnya walau zaman dulu jauh beda dengan zaman sekarang, karena dosa kita ini bagaikan pasir yg tak terhitung nilainya.kalau boleh usul alangkah baiknya acara2 Para Wali Songo itu di Media Televikan paling tdk tiap hari Raya Islam gitu...!!!
itu aja komentar Saya, mudah2an amal ibadah kita semua didalam Bulan Ramadhan ini di terima oleh Allah SWT. amin.......
13-Oct-2006 06:58:37 WIB by Her@
Ceritanya sangat menarik sekali untuk bisa di jadikan sebuah karangan singkat
13-Oct-2006 06:53:34 WIB by her@
Cerita ini sangat bagus sekali,karena kita bisa mengingat masa-masa sejarah yang ada di indonesia,sehingga kita bisa mengetahui tentang sejarah masa lalu.
13-Oct-2006 06:46:11 WIB by her@
isi komentar Anda di sini...

 

Nama:
Email:
Security Code: