HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | RESPOND ONLINE | INDOSIAR PEDULI | CORPORATE INFO
RAGAM

Biar Lama, Tak Kalah Jaminannya



Berita HOT:

Mobil baru bukan jaminan untuk bisa 'ngebut di jalan. Mobil lama juga bisa.....biar bodi kuno tapi bisa dipoles......jadi seperti baru lagi. Kurang yakin ? Jajal deh...!

Dialeknya yang khas Madura terdengar di antara tumpukan mobil-mobil yang rongsok. Tubuh kecil dibawanya dengan lincah dan gesit. Kumis tebal melintang menghiasi senyum lebarnya. Hanya dengan mengenakan sarung yang cukup bersih serta baju kaos putih dan peci putih di kepala, dia santai menyambut tamunya. Namanya Jaljali, seorang pemilik lapak mobil bekas di Jalan Raya Depok, Jakarta Selatan.

Selain menjual, Jaljali juga mencari mobil untuk dibeli dan ditaruh bersama dengan mobil rongsok lain di tanah kontrakannya seluas 25 x 5 meter. Jaljali tinggal di bedeng berukuran 10 x 5 meter bersama istrinya, Sami'ah di belakang halaman seluas 15 x 5 meter yang penuh dengan tumpukan mobil bekas tersebut. Sejak perkawinannya pada tahun 1986 sampai sekarang, Jaljali dan istrinya belum memiliki anak, "Sejak nikah dulu saya belum diberi anak, mungkin belum rezeki.. jadi saya mengangkat 2 anak, yang sekarang sedang bersekolah pada pesantren di Surabaya," ujar Jaljali.

Usaha yang dimulai tahun 1993 ini adalah hasil patungan dari sanak saudara dari satu kampung. "Usaha ini sebenarnya jenis usaha turun-temurun dari saudara-saudara, nah kebetulan saya ingin buka juga nah saya dapat bantuan dari saudara-saudara saya," ungkap Jaljali. Setelah selesai sekolah dari pesantren di Surabaya, selama 12 tahun Jaljali ikut dengan pamannya yang juga berusaha lapak mobil bekas di daerah Cawang.

Dengan pengalaman yang didapat, Jaljali berusaha membuka lapak mobil bekas sendiri. Untuk modal Jaljali tidak menyebut angka pasti. Sebelum krisis, harga mobil belum begitu tinggi seperti sekarang. "Jaman dulu sebelum harga mobil tinggi saya masih bisa beli, tapi sekarang harga mobil tinggi saya harus patungan," jelas Jaljali.

"Kalau harga baru biar itu tinggi atau rendah tidak pengaruh di mobil bekas, yang berpengaruh adalah pada tingkat persaingan," jelas Jaljali. Melihat banyaknya penjual lapak mobil bekas di Jakarta dan di luar Jakarta,membuat persaingan makin ketat. "Waktu usaha seperti ini belum banyak di daerah sini, saya selalu banyak pengunjung setiap hari ada 10 orang, sekarang hari Sabtu dan Minggu paling cuma lima orang tapi saya tetap bersyukur," kata Jaljali, yang pada hari itu baru dikunjungi 2 orang pengunjung. Selain dari daerah Jakarta dan sekitarnya, ada yang berasal dari daerah luar Jakarta seperti dari Medan, Surabaya dan Bali, mereka memesan lewat telepon dan minta dicarikan mobil bekas.

Pengunjung yang datang ke lapak mobil bekas milik Jaljali biasanya mencari suku cadang atau mesin. "Ada juga pengunjung yang mobilnya keropok, daripada ngelas mendingan beli bodi, contohnya beli pintu," tambah Jaljali. Ada juga yang menyewa untuk keperluan olah raga mobil off-road dan film aksi laga. Jaljali juga menerangkan mobil yang terlalu lama ada di lapaknya akan dijual kepada penjual besi tua.

Mobil-mobil yang berada di lapak Jaljali ada yang buatan tahun 1970 hingga tahun 1994. Seperti Fiat tahun 1974 yang telah diambil kaca dan mesinnya. Untuk mobil tahun muda seperti tahun 1990-an biasanya didapat dalam keadaan tidak utuh seperti bekas tertabrak, sambil menunjuk, Jaljali berkata "Kalo tahun muda harganya mahal, jadi ngambilnya yang udah tabrakan gitu jadi murah seperti Kijang dan Panther, tapi masih bisa berharga".

Meski tidak menjanjikan keuntungan yang banyak, Jaljali tetap menjalani usaha lapak mobil bekasnya. Keinginan untuk membuka usaha lain diungkapkan Jaljali tetapi menurutnya pengetahuannya cuma berdagang mobil rongsok atau mobil bekas. Harapan untuk masa depan Jaljali tidak banyak, hanya satu keinginan yaitu memiliki tanah yang sekarang dikontraknya.(Bagus Herawan/Idh)

Bookmark and Share