HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | RESPOND ONLINE | INDOSIAR PEDULI | CORPORATE INFO
RAGAM

Memiliki Nilai Ekonomis dan Mistis

Budidaya Ayam Cemani



indosiar.com, Temanggung

- Ayam kampung maupun ayam potong mungkin sudah biasa kita jumpai, tapi bagaimana dengan ayam cemani. Ayam yang berwarna hitam legam ini, ternyata memiliki nilai mistis, sehingga dicari banyak orang untuk kelengkapan upacara ritual. Di Temanggung, Jawa Tengah, terdapat budidaya ayam cemani yang menjadi produk unggulan dengan karakter khasnya.

Di peternakan Makukuhan Mandiri yang terletak di Dusun Kedu, Temanggung, inilah terdapat budidaya ayam cemani. Kata cemani sendiri berasal dari bahasa sangsekerta yang berarti hitam. Dan ini memang karakteristik ayam cemani, dimana warna hitam tidak hanya mendominasi bulu, tapi juga lidah, kulit, jengger dan kaki. Bahkan darahnya juga berwarna hitam.

Untuk menjaga kualitas dan keaslian ayam cemani, peternak mengawinkan sesama ayam cemani secara alami dengan perbandingan maksimal satu ayam jantan dengan empat ayam betina.

Untuk menetaskan ayam cemani, peternak menggunakan lampu lima watt untuk membantu menghangatkan suhu udara di dalam kandang. Ruangan dalam kandang juga harus terhindar dari pemanasan matahari secara langsung dan basah air hujan, karena berdampak pada kematian.

Ayam cemani ini dijual dengan harga bervariasi, mulai dari puluhan ribu rupiah hingga
puluhan juta rupiah, tergantung kualitas ayam sendiri.

Menurut Ariyanto, selaku ketua kelompok peternak ayam cemani, ayam ini memiliki
nilai mistis, dan umunnya digunakan untuk kelengkapan upacara ritual seperti tolak bala, keselamatan, menunaikan hajat dengan menggunakan jasa para normal.

Selain dipasarkan di kota besar di Indonesia, ayam khas Kabupaten Temanggung ini, sudah menembus pasar international, seperti Malaysia, Singapura, Fhilipina dan Amerika. (Budi Kusuma/Sup)

Bookmark and Share