
Berbagai jenis barang kerajinan ini hasil produksi warga Kampung Alude, Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. Barang - barang ini ada yang dibuat dari bambu batik. Ada juga yang dibuat dari kayu hitam. Yang menjadi cinderamata turis yang datang.
Kampung Alude terletak di Kecamatan Lirung, Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, merupakan wilayah kepulauan terluar Indonesia yang berbatasan dengan Filipina.
Untuk mencapai Kepulauan Talaud memerlukan waktu sehari semalam dengan menggunakan kapal motor dari Pelabuhan Bitung, Sulawesi Utara.
Dari Melonguane, ibukota Kabupaten Kepulauan Talaud menuju ke Lirung, ditempuh dengan speed boat dengan lama perjalanan sekitar 10 menit.
Kampung Alude di huni sekitar 140 kepala keluarga. Sebagian besar masyarakatnya mencari nafkah tambahan dengan membuat barang kerajinan, disamping bertani dan menjadi nelayan.
Bambu batik banyak tumbuh di kepulauan ini. Luas arealnya sekitar 80 hektar. Masyarakat tinggal mengambil bambu di hutan untuk dijadikan bahan baku pembuatan berbagai jenis barang kerajinan.
Bambu yang diambil di hutan kemudian dijemur hingga kering. Di kampung ini, hampir setiap rumah membuat kerajinan dari bambu batik.
Salah seorang diantaranya seorang pemuda bernama Soni Angke. Meskipun badannya cacat karena jatuh dari pohon kenari, dia sangat terampil membuat berbagai jenis barang kerajinan dari bambu batik, terutama membuat miniature.
Soni telah lebih dari 2 tahun menggeluti pembuatan berbagai jenis cindera mata dari bambu batik, walaupun harus bekerja sembari tiduran.
Selain bambu batik, di Kepulauan Talaud banyak terdapat kayu hitam. Karena itu, selain membuat kerajinan dari bambu batik, warga disini juga membuat barang kerajinan dari kayu hitam.
Berbagai jenis cinderamata dibuat dari kayu hitam. Seperti miniatur perahu dan patung berbagai jenis hewan. Meskipun memiliki potensi yang besar, namun berbagai produk kerajinan disini masih menghadapi masalah pemasaran.
Lokasi kepulauan yang jauh, mengakibatkan pembuatan barang kerajinan disini tidak berkembang luas. Hanya sekedar membuat barang kerajinan untuk cindera mata turis yang datang. (Helmi Azahari/Dv/rev)