HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
RAGAM

Deteksi dan Pencegahan Glaukoma



indosiar.com - Mereka yang berusia 40 tahun keatas, kemungkinan bisa mengidap penyakit Glaukoma. Namun demikian, tidak dipungkiri bisa juga menyerang semua umur dan tanpa batasan jenis kelamin. Penyakit ini timbul pada orang-orang yang mempunyai bakat glaukoma atau diakibatkan penyakit mata lain.

Apabila dapat diatasi dengan baik sebelum terjadi kerusakan retina dan syaraf mata, biasanya ada harapan untuk pulih kembali. Penderita glaukoma memerlukan pengawasan seumur hidup. Lebih awal penyakit glaukoma diketahui dan diobati, lebih baik hasil yang dicapai.

Glaukoma adalah penyakit mata yang disebabkan oleh peningkatan tekanan cairan di dalam mata. Glaukoma akut terjadi secara tiba-tiba. Kondisi ini harus segera diatasi untuk menyelamatkan penglihatan. Pada glaukoma kronis peningkatan tekanan di dalam mata terjadi dalam masa beberapa bulan atau tahun tanpa terjadi gejala apa-apa. Kalau tidak diobati, glaukoma kronis akhirnya mengakibatkan kebutaan total. Glaukoma dapat juga disebabkan oleh penyakit mata lainnya.

Terdapat 4 jenis glaukoma :
- Glaukoma sudut terbuka
- Glaukoma sudut tertutup
- Glaukoma kongenitalis
- Glaukoma sekunder

Keempat jenis glaukoma ditandai dengan peningkatan tekanan di dalam bola mata dan karenanya semuanya bisa menyebabkan kerusakan saraf optikus yang progresif.

Gejala-gejala

- Glaukoma sudut terbuka :

Pada glaukoma sudut terbuka, saluran tempat mengalirnya humor aqueus terbuka, tetapi cairan dari bilik anterior mengalir terlalu lambat. Secara bertahap tekanan akan meningkat (hampir selalu pada kedua mata) dan menyebabkan kerusakan saraf optikus serta penurunan fungsi penglihatan yang progresif.
Hilangnya fungsi penglihatan dimulai pada tepi lapang pandang dan jika tidak diobati pada akhirnya akan menjalar ke seluruh bagian lapang pandang, menyebabkan kebutaan.

Glaukoma sudut terbuka sering terjadi setelah usia 35 tahun, tetapi kadang terjadi pada anak-anak. Penyakit ini cenderung diturunkan dan paling sering ditemukan pada penderita diabetes atau miopia. Glaukoma sudut terbuka lebih sering terjadi dan biasanya penyakit ini lebih berat jika diderita oleh orang kulit hitam.

Pada awalnya, peningkatan tekanan di dalam mata tidak menimbulkan gejala. Lama-lama timbul gejala berupa :

  • penyempitan lapang pandang tepi
  • sakit kepala ringan
  • gangguan penglihatan yang tidak jelas (misalnya melihat lingkaran di sekeliling cahaya lampu atau sulit beradaptasi pada kegelapan).
    Pada akhirnya akan terjadi penyempitan lapang pandang yang menyebabkan penderita sulit melihat benda-benda yang terletak di sisi lain ketika penderita melihat lurus ke depan (disebut penglihatan terowongan).

Glaukoma sudut terbuka mungkin baru menimbulkan gejala setelah terjadinya kerusakan yang tidak dapat diperbaiki.

Untuk pengobatan glaukoma sudut terbuka, obat tetes mata biasanya bisa mengendalikan glaukoma sudut terbuka. Obat yang pertama diberikan adalah beta bloker (misalnya timolol, betaksolol, karteolol, levobunolol atau metipranolol), yang kemungkinan akan mengurangi pembentukan cairan di dalam mata.

Juga diberikan pilokarpin untuk memperkecil pupil dan meningkatkan pengaliran cairan dari bilik anterior. Obat lainnya yang juga diberikan adalah epinefrin, dipivefrin dan karbakol (untuk memperbaiki pengaliran cairan atau mengurangi pembentukan cairan).

Jika glaukoma tidak dapat dikontrol dengan obat-obatan atau efek sampingnya tidak dapat ditolerir oleh penderita, maka dilakukan pembedahan untuk meningkatkan pengaliran cairan dari bilik anterior. Digunakan sinar laser untuk membuat lubang di dalam iris atau dilakukan pembedahan untuk memotong sebagian iris (iridotomi).

Glaukoma sudut tertutup
Glaukoma sudut tertutup terjadi jika saluran tempat mengalirnya humor aqueus terhalang oleh iris.
Setiap hal yang menyebabkan pelebaran pupil (misalnya cahaya redup, tetes mata pelebar pupil yang digunakan untuk pemeriksaan mata atau obat tertentu), bisa menyebabkan penyumbatan aliran cairan karena terhalang oleh iris. Iris bisa menggeser ke depan dan secara tiba-tiba menutup saluran humor aqueus, sehingga terjadi peningkatan tekanan di dalam mata secara mendadak.

Serangan bisa dipicu oleh pemakaian tetes mata yang melebarkan pupil, atau bisa juga timbul tanpa adanya pemicu. Glaukoma akut lebih sering terjadi pada malam hari karena pupil secara alami akan melebar di bawah cahaya yang redup.

Episode akut dari glaukoma sudut tertutup menyebabkan :
- penurunan fungsi penglihatan yang ringan
- terbentuknya lingkaran berwarna di sekeliling cahaya
- nyeri pada mata dan kepala.
Gejala tersebut berlangsung hanya beberapa jam sebelum terjadinya serangan lebih lanjut.

Serangan lanjutan menyebabkan hilangnya fungsi penglihatan secara mendadak dan nyeri mata yang berdenyut. Penderita juga mengalami mual dan muntah. Kelopak mata membengkak, mata berair dan merah. Pupil melebar dan tidak mengecil jika diberi sinar yang terang.

Sebagian besar gejala akan menghilang setelah pengobatan, tetapi serangan tersebut bisa berulang. Setiap serangan susulan akan semakin mengurangi lapang pandang penderita.

Pengobatan glaukoma sudut tertutup :

  • Minum larutan gliserin dan air bisa mengurangi tekanan dan menghentikan serangan glaukoma. Bisa juga diberikan inhibitor karbonik anhidrase (misalnya asetazolamid).
  • Tetes mata pilokarpin menyebabkan pupil mengecil sehingga iris tertarik dan membuka saluran yang tersumbat. Untuk mengontrol tekanan intraokuler bisa diberikan tetes mata beta bloker.

Setelah suatu serangan, pemberian pilokarpin dan beta bloker serta inhibitor karbonik anhidrase biasanya terus dilanjutkan. Pada kasus yang berat, untuk mengurangi tekanan biasanya diberikan manitol intravena (melalui pembuluh darah).

Terapi laser untuk membuat lubang pada iris akan membantu mencegah serangan berikutnya dan seringkali bisa menyembuhkan penyakit secara permanen. Jika glaukoma tidak dapat diatasi dengan terapi laser, dilakukan pembedahan untuk membuat lubang pada iris.

Jika kedua mata memiliki saluran yang sempit, maka kedua mata diobati meskipun serangan hanya terjadi pada salah satu mata.

Glaukoma sekunder
Glaukoma sekunder terjadi jika mata mengalami kerusakan akibat :
- infeksi
- peradangan
- tumor
- katarak yang meluas
- penyakit mata yang mempengaruhi pengaliran humor aqueus dari bilik anterior.

Penyebab yang paling sering ditemukan adalah uveitis. Penyebab lainnya adalah penyumbatan vena oftalmikus, cedera mata, pembedahan mata dan perdarahan ke dalam mata. Beberapa obat (misalnya kortikosteroid) juga bisa menyebabkan peningkatan tekanan intraokuler.

Pengobatan glaukoma sekunder tergantung kepada penyebabnya. jika penyebabnya adala peradangan, diberikan kortikosteroid dan obat untuk melebarkan pupil. kadang dilakukan pembedahan.

Glaukoma kongenitalis
Glaukoma kongenitalis sudah ada sejak lahir dan terjadi akibat gangguan perkembangan pada saluran humor aqueus. Glaukoma kongenitalis seringkali diturunkan.
Untuk mengatasi glaukoma kongenitalis perlu dilakukan pembedahan.

Bila anda mengalami salah satu gejala diatas, segeralah konsultasi dengan dokter anda, atau periksakan mata satu tahun sekali bila dalam keluarga anda, ada yang menderita glaukoma. Karena mencegah lebih baik dari pada sudah terdeteksi menderita penyakit tersebut.(berbagai sumber/Ijs)

 

Bookmark and Share


Page: 1 2
10-May-2012 08:55:01 WIB by tabib raje binder singh
PENGOBATAN MATA TANPA OPERASI DARI INDIA

Mengobati berbagai macam penyakit mata seperti :
KATARAK, MIN\PLUS, SILINDERSE, GLAUKOMA, RABUN JAUH\DEKAT, MATA MERAH, MATA BERAIR, MATA BERLEMAK, KABUR AKIBAT DIABETES ( KENCING MANIS )

BAIK TUA MAUPUN MUDA. KAMI BERIKAN RAMUAN TRADISIONAL DARI INDIA TANPA EFEK SAMPING.

CUKUP 1-2 X PENGOBATAN
Anda sembuh untuk selamanya.

PRAKTEK JAM 08.00 S\D 20.00 WIB
LOKASI : JL.GAJAHMADA 118 RANDU BANGO, MOJOSARI-MOJOKERTO JAWA TIMUR.
ADA JUGA DI NGANJUK, MADIUN, NGAWI, PONOROGO, JOMBANG, MOJOKERTO, LAMONGAN, PASURUAN, DAN SOLO.
1-May-2012 06:35:10 WIB by tasya
Iihh...sepertinya saya glukoma sudut terbuka...
Sangat menyedihkan...sya umur 11 thn yg hrus mengidap penyakit separah ini...;'(
29-Apr-2012 19:48:38 WIB by Livita
bagaimana ini,
Setelah membaca aku jdi takut,
yg g baca sama persis dgn yg ku alami saat ini,?
22-Apr-2012 21:35:35 WIB by teti margita
kakek saya (almarhum) glukoma, skrg bapak saya juga glukoma (tdk melihat dari 2 th lalu), kami anak2nya jadi was-was juga krn glukoma bisa diturunkan. Apa yg harus kami lakukan utk menghindari glukoma. apakah ada alat detekdi dini glukoma, sehingga kami bisa obati glukoma, sebelum terjadi kerusakan yg permanen...mohon penjelasannya...
22-Mar-2012 19:23:06 WIB by smash
obat orang buta akibat penyakit glukoma adalah menatap matahari terbit s/d jam 9 pagi
(tolong beri tau pada tuna netra yg buta karena glukoma, di panti panti tuna netra yach..)
http://www.smash.mywapblog.com
2-Feb-2012 07:33:09 WIB by raffi
kesehatan mata sangatlah penting,glaukoma juga dapat di cegah dengan pola hidup yang sehat dan dengan mengkonsumsi XAMthone Plus minuman kesehatan multi khasiat
hub 085322489077
8-Jan-2012 15:50:27 WIB by shanti
untuk penderita glukoma usahakan pakai kaca mata agar tidak terkena langsung dgn sinar matahari. dan pastikan minum XAMthone plus dari jus kulit manggis setiap hari.
hub. 0852 8718 6297
16-Oct-2011 22:09:31 WIB by Nurul
Penderita glaukoma bisa mencoba terapi hiperbarik oksigen. bisa hubungi lewat email terapioksigen@yahoo.com, atau salah satu kliniknya di RSB. Graha Kedoya
11-Oct-2011 01:25:21 WIB by ekstrak jus kulit manggis
mantap artikel nya sangat menarik jadi menambah wawasan saya terimakasih
25-Sep-2011 11:50:47 WIB by Victor A Pasanea
Ibu saya baru ketahuan menderita glaukoma setelah penglihatannya tidak berfungsi lagi, hasil pemeriksaan dokter : ibu saya menderita glaukoma dengan kerusakan 90% mata kanan dan 75% mata kiri,yang ingin saya tanyakan adalh: apakah masih dapat dilakukan pengobatan dengan lasik untuk tingkat kerusakan yang demikian?Bila masih bisa dengan lasik,apakah masih bisa melihat lagi? Seberapa % tingkat penglihatannya dapat dipulihkan? Terima kasih....

 

Nama:
Email:
Security Code: