HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | RESPOND ONLINE | INDOSIAR PEDULI | CORPORATE INFO
RAGAM

Gangan Pelandok, Cita Rasa Pulau Belitung



Baca Juga:


Tags:

kuliner

Berita HOT:

indosiar.com - Gangan darat pelandok adalah salah satu masakan khas Pulau Belitung dengan menggunakan daging pelandok sebagai bahan utamanya dan diracik menggunakan bumbu khas nusantara seperti kunyit, laos, kemiri, kencur, bawang putih, bawang merah, asam,cabe, garam, terasi, singkong, serta pucuk daun nangka.

Bagi masyarakat Belitung yang berada di luar Pulau Belitung, tidak mudah untuk mendapatkan daging pelandok. Seperti yang dialami Evi Hardianti. Bagi perempuan asli Belitung berusia 27 tahun, yang sejak tiga tahun lalu bekerja di Jakarta, memasak makanan khas Pulau Belitung tidak bisa terpisahkan dari kehidupanya.

“Umumnya makanan di Jakarta, rasanya hampir mirip," ucapnya disela-sela berbelanja kebutuhan memasak, di pasar tradisional Jembatan Merah Saharjo, Jakarta. Dengan satu kilo daging sapi. Hari itu, Evi akan memasak gangan pelandok. Karena daging pelandok tidak didapat, Evi menggantinya dengan daging sapi. Meski serat daging sapi agak berbeda dengan daging pelandok.

"Daging pelandok itu hampir sama seperti daging itik. Agak kenyal. Masakan gangan darat tidak mesti daging pelandok, bisa dengan daging sapi maupun ayam atau ikan,” tutur Evi sambil memasukan daging sapi ke dalam wadah air yang sudah mendidih.

Cara memasak gangan pelandok seperti yang dilakukan Evi adalah daging pelandok yang sudah terpotong kecil-kecil dimasukkan ke dalam air mendidih. Kemudian tunggu hingga daging menjadi lunak. Setelah itu, masukan singkong yang sudah terpotong kecil-kecil dan bumbu gangan yang sudah dihaluskan. Untuk menambah aroma dari rasa gangan darat ini, masukan daun nangka. Tunggu hingga matang dan rasakan nikmatnya dari gangan pelandok.

Pelandok atau kancil (nama ilmiah ; tragulus javanicus) adalah hewan menyusui (mamalia) sebangsa kijang yang kecil tubuhnya. Pelanduk adalah spesies rusa berkuku genap dari keluarga Tragulidae. Pada ukuran dewasa ukurannya sama dengan kelinci. Pelanduk berhabitat di hutan hujan tropis Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Masyarakat Pulau Belitung menyebutnya pelandok, yang hidup di kawasan hutan-hutan kecil. Namun belakangan ini pelandok langka di Pulau Belitung karena perburuan pelandok yang tidak terkontrol dan habitatnya terancam akibat hutan telah menjadi areal perkebuanan dan tambang-tambang liar.


Konon pada masa pemerintahan Belanda, pernah ada undang-undang perburuan bagi masyarakat Belitung sehingga hanya pada bulan-bulan tertentu saja masyarakat diizinkan untuk berburu pelandok. Ini dilakukan agar mamalia ini tetap terjaga dari kepunahan.(Arizal Wahyudi/Ijs)

 


Bookmark and Share