HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | RESPOND ONLINE | INDOSIAR PEDULI | CORPORATE INFO
RAGAM

Profil

Hari Lahir Soeharto



Hari Lahir Soeharto

Berita HOT:

indosiar.com, Jakarta - (Jum'at:08/06/2012) Dibawah kepimpinannya selama 32 tahun, Soeharto telah membawa Indonesia menjadi negara yang cukup disegani di kawasan Asia Tenggara maupun dunia, karena mampu membawa bangsa Indonesia menjadi negara swasembada pangan. Melalui kebijakan pembangunan lima tahun, Soeharto membangun Indonesia, sehingga Soeharto dijuluki sebagai Bapak Pembangunan. Ditengah prestasinya itu, Soeharto tak lain hanya seorang anak petani dari Desa Kemusuk Argomulyo, Yogyakarta.
   

Soeharto kecil, lahir di Desa Kemusuk Argo Mulyo Yogyakarta, 8 Juni 1921. Sang ayah, Kertosudiro, adalah seorang mantri pengairan, atau ulu-ulu yang bertugas mengalirkan air ke sawah-sawah penduduk. Kertosudiro hanya menginginkan kelak putranya nanti mewarisi pekerjaannya sebagai ulu-ulu.

Sejak kecil kehidupan pak Harto, senantiasa diliputi kegetiran. Baru 40 hari terlahir, pak Harto harus berpisah dari orangtuanya. Pak Harto kecil diasuh neneknya Kromodiryo. Sang ibu Sukirah, tidak dapat menyusuinya.

Umur delapan tahun, pak Harto merasakan bangku sekolah, di Desa puluhan Godean. Namun kemudian pak Harto oleh ayahnya dititipkan kepada adik perempuannya, yang bersuamikan mantri tani Prawirowiharjo, di Wuryantoro, Wonogiri. Disini, Soeharto mengecap pendidikan dan melalui masa kecilnya.

1 Juni tahun 1940, pak Harto masuk sekolah militer di Gombong, Jawa Tengah. Selama merintis karir militer, pak Harto dinilai sebagai serdadu yang cerdas, sampai akhirnya terpilih menjadi prajurit teladan.

Memasuki awal kemerdekaan, pak Harto secara resmi masuk tentara yang bernama Badan Keamanan Rakyat, (BKR) pada tanggal 5 Oktober 1945 di Yogyakarta. Karir militer pak Harto cemerlang, dengan keberhasilan pak Harto dalam merampas persenjataan Jepang dan membasmi pemberontakan.

Di sela-sela perjuangannya, pak Harto melangsungkan pernikahannya dengan Siti Hartinah, putri seorang ningrat, pegawai Mangkunegaran Sumo Haryomo, 26 Desember 1947 di Solo. Saat itu, pak Harto berusia 26 tahun, dan ibu tien 24 tahun. Mereka dikaruniai enam putra dan putri. Siti Hardiyanti Hastuti, Sigit Harjojudanto, Bambang Trihatmojo, Siti Hediati Herijadi, Hutomo Mandala Putra dan Siti Hutami Endang Adiningsih.

Memasuki tahun 1960, pak Harto resmi mendapat pangkat Brigadir Jenderal tahun 1962, Soeharto dipromosikan menjadi Mayor Jenderal dan diangkat sebagai Panglima Mandala operasi pembebasan Irian Barat. Karir militer pak Harto terus berjalan dengan segala kepatuhannya kepada pemimpin.

Situasi negara memburuk dan terjadi pemberontakan di tahun 1965, yang kemudian membawa pak Harto menduduki jabatan sebagai pejabat Presiden, seiring kedudukannya sebagai Panglima Operasi Pemulihan Keamanan dan Ketertiban.

Jabatan ini diputuskan dalam sidang istimewa MPR tanggal 7 hingga 12 Maret tahun 1967 dan melalui sidang MPRS pula, Soeharto dipilih dan diangkat menjadi presiden penuh NKRI. Inilah langkah pak Harto memimpin Indonesia menjadi Presiden Republik Indonesia yang kedua.

Sosok Soeharto menunjukkan bahwa seorang anak desa mampu menjadi pemimpin bangsa yang besar.

Sudah 14 tahun Soeharto meletakkan jabatan sebagai Presiden Republik Indonesia. Selama 32 tahun memimpin bangsa Indonesia, sudah banyak jasa-jasa bagi perkembangan bangsa Indonesia. Ditangan pak Harto-lah, Indonesia menemukan jati dirinya sebagai negara agraris dan negara Maritim.

Soeharto menjabat tampuk Kepresidenan Republik Indonesia kedua, berkat jasanya yang telah mengembalikan dan mengamankan Indonesia dari ancaman kudeta ditahun 1965.

Jabatan presiden diputuskan dalam sidang istimewa Majelis Pemusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) tanggal 7 - 12 Maret 1967. Dan melalui sidang MPR itulah, Soeharto dipilih dan diangkat menjadi presiden penuh NKRI.


Penanganan sektor pertanian selama empat kali pelita, telah membawa Indonesia dari negara pengimpor beras, menjadi negara berswasembada pangan. Keberhasilan program swasembada pangan terlihat dengan adanya kegiatan mengekspor beras ke pasar mancanegara. Bahkan Indonesia dapat membantu rakyat Afrika yang menderita kelaparan.

Atas prestasi ini, Indonesia mendapat penghargaan dari organisasi pangan dunia, FAO atas keberhasilan menggapai swasembada pangan di tahun 1985. Maka pantas, rakyat Indonesia melalui ketetapan MPR menganugerahi Presiden Soeharto penghargaan sebagai Bapak Pembangunan Nasional.

Dalam tiga dasawarsa, pak Harto dan kabinetnya mampu menumbuhkan perekonomian Indonesia dengan pertumbuhan rata-rata tujuh persen per tahun.

Selain itu, pak Harto juga berhasil menurunkan angka kemiskinan. Dari 70 juta jiwa di tahun 70an, turun menjadi 26 juta pada tahun 90an. 

Soeharto juga menggalakkan dan memberdayakan kesejahteraan masyarakat, seperti program kependudukan, dan keluarga berencana, yang berhasil gemilang. Atas keberhasilan ini pula, pak Harto memperoleh penghargaan tertinggi PBB UN Population Award, dibidang kependudukan. Kepemimpinan Soeharto juga diakui kancah internasional. Dikawasan Asia Tenggara, Soeharto adalah seorang pemimpin yang disegani. 

Keberhasilan pembangunan Indonesia sekarang ini diakui atau tidak, tentunya tidak terlepas dari peran serta dan pemikiran dari pak Harto.

Karya besar Soeharto bagi bangsa Indonesia patut dihormati. Kepemimpinan beliau termasuk dalam sejarah yang tidak terlupakan. Seperti kata pepatah, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarahnya.

Bookmark and Share