HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | RESPOND ONLINE | INDOSIAR PEDULI | CORPORATE INFO
RAGAM

Hormon Perangsang Tumbuhan, Ciptaan Seorang Petani



Hormon Perangsang Tumbuhan, Ciptaan Seorang Petani

Berita HOT:

indosiar.com, Bogor - Seorang petani di Bogor, Jawa Barat menemukan hormon untuk mempercepat proses pertumbuhan tanaman. Hormon tersebut dinamai hantu atau hormon tanaman unggul.

Dengan menyemprotkan hormon tersebut, semua jenis tanaman akan tumbuh secara cepat dengan daun lebar serta batang yang kokoh, sehingga buahnya pun ukurannya jadi lebih besar.

Adalah Jimmy seorang petani asal Ciapus, Kabupaten Bogor yang memproduksi hantu atau kepanjangan dari hormon tanaman unggul. Hormon ini berguna sebagai pupuk atau obat bagi tumbuhan agar lebih cepat tumbuh menjadi besar.

Bahan dari cairan ini antara lain hanya daun sirih merah dan tanaman lain serta madu lalu dicampur dengan tanaman rempah lain. Setelah digabung maka jadilah hormon tanaman.

Hormon ciptaan Jimmy ini dijual dengan harga 15 ribu rupiah untuk 300 liter air yang mampu menyiram setengah hektar kebun tanaman.

Menurut Jimmy, untuk tanaman buah cukup disemprot bagian batangnya saja. Bahkan pohon pete sudah berbunga hanya disemprot dua kali. Hormon ini juga untuk tanaman padi, kedelai, termasuk tebu pun juga bagus.

Untuk penggunaannya, hormon ini cukup dicampur dengan air apa saja yang disaring agar terhindar dari kotoran.

Kemudian dikocok dan tinggal disemprotkan. Cara penyemprotannya pun sangat mudah. Seperti menyemprot pada umumnya.

Salah satu manfaat hormon ini terlihat pada kacang panjang. Yang biasa memiliki panjang 60 hingga 70 centimeter, namun setelah digunakan hormon ini bisa mencapai 100 centimeter. (Iwan Kurniawan/Sup)


Bookmark and Share