HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
RAGAM

Ikan Asin Muara Angke



Tayang : Rabu, 21 Desember 2005 Pukul 12.00 Wib
Reporter : Ninok Hariyani - Sisca Tiur Gurning
Juru Kamera : Joni Suryadi - Warsam Aji

indosiar.com, Jakarta - Pembuatan ikan asin di Muara Angke, Jakarta Utara masih tradisional. Pengeringan sangat tergantung cuaca. Sejak merebaknya isu pemakaian formalin, omset penjualan ikan asin menurun tajam.

Dan seiring gencarnya sosialisasi bahaya formalin sebagian pengolah ikan asin kini mulai memperbaiki cara produksi.

Kekayaan laut Indonesia, sungguh kaya dengan aneka jenis ikan yang dapat diperoleh dengan mudah. Seperti ikan teri, tongkol, jambal, cumi hingga ikan pari.

Dikawasan pengolahan ikan Muara Angke, Jakarta Utara, ikan segar ini diolah menjadi ikan asin. Seperti ikan pari. Bagian yang dibuang lebih dulu adalah ekor.

Ekornya yang panjang menjuntai ini mengandung tiga duri beracun. Kemudian bagian kulit. Usai dibersihkan dari duri dan kulit, daging ikan yang telah disayat-sayat dengan ukuran sedang kemudian dimasukkan kedalam tempayan berisi larutan garam.

Takarannya, satu karung garam untuk setiap gram ikan. Perendaman memakan waktu 12 jam. Bahkan hingga semalam suntuk.

Setelah larutan garam meresap, ikan kemudian dijemur dibawah sinar matahari. Cara produksinya memang masih manual. Karena itu, pengeringan ikan sangat tergantung dari cuaca.

Jika musim hujan, pengeringan bisa berhari-hari. Ikan-ikan ini dipastikan harus benar-benar kering. Sebab jika proses penjemuran kurang sempurna, bahan makanan akan muda ditumbuhi jamur dan mudah hancur.

Sarana pengolahan ikan asin Muara Angke berdiri sejak tahun 1984. Menempati areal seluas 4,5 hektar. Produksi ikan asin Muara Angke mencapai 30 hingga 40 ton perhari.

Namun sejak beberapa bulan belakangan, omset penjualan mereka menurun akibat penggunaan formalin.

Mereka sengaja membubukan formalin bahan pengawet, agar ikan yang telah kering ini tidak cepat ditumbuhi jamur dan lebih awet.

Seiring gencarnya sosialisasi bahaya formalin bagi keamanan bahan pangan, sebagian pengolah sebenarnya mulai memperbaiki kebersihan produksi. Pengasin di Muara Angke tercatat berjumlah 200 orang.

Hasil pengasinan biasanya dikirim ke Pulau Sumatera seperti Lampung, Jambi, Padang dan Medan. Dan gurihnya ikan asin sebagai menu pelengkap makanan yang telah bebas formalin dapat dinikmati kembali tanpa rasa khawatir. (Sup)


Bookmark and Share


Page: 1
27-Mar-2012 16:23:50 WIB by mujiyana
saya pingin pesen ikan asin yang baru jadi, dimana alamat dan telponnya ???
26-May-2009 08:23:44 WIB by edopayong
aduh aku ini pencinta ikan asin yg paling gila
soal nya yg nama nya ikan asin aku paling suka banget terutama ikan bela2 giu loh tapi yg tipis dan tidak asin
semoga proses ikan asin jangan pake formalin ya thks. to pembuat ikan asin
21-May-2009 19:10:33 WIB by mr.rius
saya adalah salah satu daeri sekian ribu pembenci ikan asin dseluruh d indonesia jdi saya berharap agar pembuatan ikan asin d bumi pertiwi ini d hentikan segera....
29-Dec-2005 06:19:50 WIB by noh
IH.....Pake formaliiinnnn???Mumi kali???
23-Dec-2005 04:11:23 WIB by R. Meijers
Saya adalah salah satu penggemar ikan asin , tetapi setelah membaca di internet bahwa ikan asin itu mengandung bahan pengawet formalin, maka agak minder juga untuk memakannya. Akan tetapi untuk sekarang ini begitu mendengar ikan asin itu sudah tidak pakai bahan pengawet formalin , maka dengan demikian jalan terus deh saya untuk memakannya. Apalagi kalau makan pakai sayur asem aduuuuuh deh lezatnya.

 

Nama:
Email:
Security Code: