
Saat melihat ikan pari ini dipotong dan dikupas kulitnya terbayang betapa nikmatnya daging ikan pari ini jika dimasak dalam keaadaan segar. Namun daging ikan pari kurang disukai bila dimasak dalam keadaan segar.
Aroma dagingnya memancarkan bau tidak enak, terlebih bagi yang kurang mengetahui cara pengolahannya. Bukan nikmat daging olahan ikan segar yang dirasa, tetapi aroma bau pesing yang didapat.
Beberapa restoran dapat mengolah daging ikan pari segar dengan aroma yang memikat selera. Namun jumlahnya tidak banyak. Ini adalah potongan daging ikan pari. Potongan-potongan ini harus dijemur terlebih dahulu untuk dijadikan ikan asin pari kering.
Harganya cukup murah. Oleh para pengolah ikan pari kering di Muara Angke, Jakarta Utara, ikan pari ini dibeli dari nelayan dengan harga 4500 rupiah per kilogramnya.
Selanjutnya ikan ini dibawa ketempat pengolahan ikan pari kering. Mula-mula ikan ini dikuliti pada bagian kulit atasnya. Bagian ini harus hati-hati karena berharga tinggi. Selanjutnya kulit dikeringkan dengan cara dijemur. Bagian lainnya adalah tulang pari. Tulang ikan pari ini sudah dipesan oleh eksportir sebagai bahan produk kosmetika.
Irisan daging ikan pari dengan berat sampai 25 kilogram per ekor dikategorikan pari super. Namun yang beratnya lebih dari 25 kilogram hingga ratusan kilogram per ekor justru dikategorikan pari sedang atau biasa. Selanjutnya irisan tipis daging ikan pari ini dijemur dibawah sinar matahari. Bila sinar matahari cukup, hanya dibutuhkan satu hari penjemuran dan sudah kering.
Pari totol merupakan salah satu spesies ikan pari yang paling sering dijumpai. Diperkirakan ada lebih 500 spesies ikan pari yang tersebar di seluruh lautan dunia. Di Indonesia terdapat sekitar 250 spesies ikan pari, atau separuhnya.
Ini merupakan ekor ikan pari. Ekor ini cukup menggetarkan para nelayan. Bukan karena mirip cambuk, ekor ikan pari dilengkapi dengan duri yang mirip taji pada ayam jantan namun bergerigi. Taji ikan pari terletak di sekitar pangkal ekornya.
Pada taji inilah terletak puncak pertahanan ikan pari. Taji ini akan tetap beracun sekalipun sudah terlepas dari tempatnya. Oleh karena itu nelayan harus berhati hati saat mengolah ikan pari. Namun, walaupun beracun tersengat taji ikan pari tidak akan mengakibatkan kematian bagi manusia.(Helmi Azahari/Ijs)