HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
RAGAM

Iwan Berjuang Untuk Keterbatasannya



Reporter : Budi Sampurno
Cameraman : Deddy Suhardiman
Producer : Widayat S. Noeswa
Tayang : Jum’at, 12 Desember 2008 Pukul 12.30 WIB

indosiar.com, - Namaku Iwan, sudah 32 tahun Aku tinggal di wisma ini. Aku menderita sejumlah cacat bawaan sejak lahir. Kecacatan inilah yang menyebabkan Aku tidak bisa beraktifitas sebagaimana manusia normal.

Bayangkan, Aku tak bisa berbicara tak bisa mendengar, menderita kelainan otak hingga splastik atau yang biasa disebut dengan penderita kekakuan tubuh, ya tubuhku tak bisa diatur.

Kehidupanku di wisma ini, sangat tergantung dari bimbingan para pengasuh di wisma ini. Mereka dengan sabar dan tekun membimbingku bersama teman - teman disini, agar bisa belajar beraktivitas termasuk mengurus diri sendiri.

Ya ... Aku tidak tahu secara pasti bagaimana ceritanya Aku bisa sampai di tempat ini. Mungkin kedua orang tuaku yang tak bisa merawat atau mengurus, atau bahkan tak mau kekuranganku ini diketahui orang lain, karena mungkin menganggap jadi aib keluarga.

Untuk meningkatkan kemampuan diriku yang cacat ini Aku diharuskan belajar diruang khusus. Belajar disini adalah untuk meningkatkan kemampuan motorikku yang lemah. Hari demi hari, dengan ketekunan Aku mencoba bermain dengan beragam mainan.

Kata guruku kepintaranku semakin bertambah setiap hari. Pada saat awal Aku masuk di wisma tuna ganda ini, Aku tak bisa apa – apa, bahkan dudukpun Aku tak bisa. . Rahasia kehidupan memang tak ada yang bisa mengetahui. Seperti dimana kita dilahirkan atau kemurahan apa yang diberikan Tuhan kepada umatnya.

Sejujurnya Aku sangat iri dengan keberadaan orang - orang diluar wisma. Mereka memiliki kehidupan normal. Mereka berkawan satu dengan lainnya, tapi ya.... itulah hidup, tak bisa ditebak apa yang akan terjadi. Seperti yang terjadi pada diriku ini. Hari - hariku kini hanyalah berusaha semaksimal mungkin agar Aku bisa hidup mandiri.

Disinilah Aku belajar hidup, dan mungkin sampai akhir hayat. Puluhan teman senasibku hidup di wisma yang memang khusus didirikan oleh orang - orang yang peduli kepada kami, mahluk Tuhan yang lemah.

Semua teman - temanku yang ada di wisma ini menderita cacat ganda. Mereka umumnya dari keluarga tidak mampu. Ada Donas yang mengalami autis, Yonas penderita kaku tubuh atau splastik.

Ada Rusdi penderita kerusakan otak, yang tak bisa melihat serta kelambatan berfikir. Ada banyak teman - temanku yang lain. Ya Tuhan, kami ingin hidup meski hanya ada jalan sempit yang engkau bentangkan didepanku. Meski itupun Aku harus berjuang melewatinya. (Sup/Dv).

Bookmark and Share


Nama:
Email:
Security Code: