HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
RAGAM

Jangan Rebut Istriku



Iwan Kurniawan
Cameraman : Iwan Kurniawan
Tayang: Senin, 29 Januari 2006, Pukul 12.00 WIB

indosiar.com, Bogor - Sungguh naas nasib seorang lelaki pengantin baru di Bogor, Jawa Barat. Baru sekitar semingguan berbulan madu, sang istri diculik di depan mata. Otak pelakunya tak lain suami pertama dari sang istri, yang tidak terima dengan pernikahan pengantin baru itu. Selain menculik, sang pelaku juga menganiaya dan mempermalukan lelaki malang itu dengan melucuti pakaiannya.

Iwan Gunawan yang biasa disapa Ayonk, masih terbaring lemah akibat semalam, dianiaya sekelompok pria yang datang menculik dirinya dan sang istri. Selain luka-luka ringan pada sekujur tubuh, kepala Ayonk juga benjol akibat dipukul batu. Sementara itu, Neni Lestari Dewi yang baru 11 hari ia nikahi, entah dimana keberadaannya.

Dalang dari penganiayaan dan penculikan itu adalah suami pertama Dewi. Sang suami pertama yang dikenal bernama Eko itu tidak terima atas pernikahan Dewi yang ia anggap masih istri sahnya. Sementara pihak Dewi menganggap pernikahan itu sudah bubar. Alias cerai.

Begitulah pasangan pengantin baru itu diculik. Eko dan 3 orang temannya datang menjemput Ayonk dan Dewi, mengajak bicara di luar. Ayonk dianiaya dalam kondisi tangan diborgol. Selain dipukuli, kepalanya pun dihantam batu. setelah itu, dalam keadaan telanjang, oleh Eko, Ayonk diantar pulang dengan becak, ke rumah orang tua Dewi.

Sementara itu Dewi, hingga saat itu belum diketahui keberadaannya. Ayonk dan pihak keluarga hanya bisa berharap, polisi bisa segera mengungkapnya, dan menyelamatkan Dewi pada waktunya.

Drama penculikan itu ternyata selesai dalam waktu tidak lebih dari 48 jam. Tersangka yang tak lain suami pertama Dewi, berhasil ditangkap polisi. Sementara itu Dewi alias Neni, pulang dengan selamat, kembali berkumpul dengan suami barunya. Lalu sebetulnya bagaimana status pernikahan Dewi dengan tersangka?.

Inilah Eko, suami pertama Neni Sulastri Dewi. Eko sudah ditetapkan jadi tersangka dalam pengeroyokan yang dilakukannya terhadap suami kedua Neni alias Dewi. Menurut lelaki yang dikenal warga sekitar sebagai preman itu, Dewi masih istri sahnya. Karena itu ia tidak terima diduakan oleh Dewi.

Kepergian Neni alias Dewi pada pertengahan tahun lalu itu diakui tersangka diikuti dengan bubarnya pernikahan ia dengan Dewi, yang sudah berjalan sekitar satu tahunan. Namun menurut tersangka, mereka sudah rujuk kembali.

Karena Dewi pernah kembali bersamanya itulah, ia memandang pernikahannya dengan Dewi masih sah. Oleh sebab itu ia emosi, ketika mendengar pujaan hatinya tersebut menikah lagi dengan pria lain.

Hingga akhirnya ditemani 3 temannya, tersangka mendatangi rumah orang tua Ayonk, tempat Dewi dan Ayonk bermalam. Panas hati dengan sikap Dewi yang menurut tersangka telah mengkhianatinya, lelaki berusia 34 tahun itu langsung bertindak.

Sementara itu dengan tertangkapnya tersangka, Dewi pun akhirnya bisa kembali berkumpul dengan Iwan Gunawan alias Ayonk. Kebahagiaan pasangan pengantin baru itu ditambah rasa lega, karena semua selamat. Dewi mengaku, walau dari luar kelihatan baik-baik saja, namun sebetulnya ia masih trauma. Selalu terbayang dengan kejadian malam itu.

Di Jalan Gedong Sawah, Bogor inilah, pada malam saat kejadian itu, Dewi alias Neni bersama suami barunya, Ayonk, dibawa tersangka dan ke-3 orang temannya.Tangan Ayonk diborgol selama pengeroyokan berlangsung.

Setelah puas menganiaya Ayonk, borgol dilepas dan dibuang ke sungai. Pakaian Ayonk dilucuti dan dibakar, baru setelah itu Ayonk dipulangkan ke rumah orang tua Dewi. Sementara Dewi dibawa tersangka.

Keberadaan Dewi sendiri diketahui ketika polisi menyergap tersangka yang ternyata hendak menyembunyikan Dewi di rumah teman mereka.

Salah satu pertanyaan yang mengganjal, apa sebetulnya yang terjadi ketika Dewi dibawa mantan suaminya itu? Apakah betul ia diculik?. Tindakan tersangka membawa paksa Dewi pun terkesan tanggung. Apakah hal itu akan membuat tersangka lolos dari jeratan hukum?.

Pernikahan Neni yang biasa disapa Dewi dengan Iwan alias Ayonk berlangsung tanggal 4 Januari 2007. Kepada Ayonk, Dewi tidak menutupi pernah menikah dengan Eko alias Pendi.

Surat pernyataan cerai dari Eko juga ditunjukkan pada Ayonk dan keluarganya. Membuat Ayonk tidak ragu mempersunting Dewi.

Oleh karena itu betapa terkejutnya semua orang, ketika malam hari tanggal 16 Januari 2007 itu, tersangka datang tidak dengan cara baik-baik.

Pernikahan pertama Dewi dengan tersangka Eko alias Pendi tidak pernah direstui keluarga Dewi. Menurut ibunda Dewi, ketika masih pacaran saja, Eko sering bersikap otoriter terhadap Dewi.

Sekitar 2 bulan, Dewi dan tersangka sempat tinggal bersama Winarsih. Selama itu juga sikap kasar sang menantu, menurut Winarsih kian nyata. Dan akhirnya mencapai puncak saat Dewi ngotot minta cerai akibat tidak tahan lagi dengan perlakuan kasar Eko.

Tapi menurut tersangka, malam saat 16 Januari itu, Dewi pergi bersamanya dengan sukarela. Bahkan kemudian Dewi mengaku pada Eko, kalau pernikahannya dengan Ayonk bukan atas dasar cinta.

Perempuan berusia 23 tahun itu mengakui, selama menikah dengan tersangka yang lebih tua 11 tahun, dirinya selalu diam saja bila dikasari tersangka. Terlalu takut untuk bertindak. Diamnya Dewi itu juga termasuk tidak menceritakan masalahnya kepada keluarga ataupun teman-temannya.

Atih adalah teman yang disebut-sebut sebagai tempat tersangka menyembunyikan Dewi. Tapi Atih sendiri mengaku tidak tahu apa yang terjadi. Siang hari setelah pengeroyokan Ayonk itu, sekitar jam 11, tersangka memang datang ke rumahnya bersama Dewi.

Tersangka mengatakan, mau menitipkan Dewi di rumah Atih, karena tersangka sedang ribut dengan orang tua Dewi. Lalu entah kenapa, Dewi yang katanya mau dititipkan, dibawa pergi lagi.

Polisi memang akhirnya tidak mengenakan tuduhan penculikan pada tersangka, karena kasusnya lemah. Namun bukti penganiayaan pada Iwan alias Ayonk, sudah cukup untuk menjerat tersangka secara hukum. Sementara itu, 3 teman tersangka yang membantu tindak penganiayaan tersebut, masih buron.

Di sisi lain, tersangka yang pengangguran tetap bersikukuh, tindakannya semata membela harga dirinya sebagai suami. Cintanya pun masih tertuju pada Dewi.

Tiap orang memang punya hak untuk memperjuangkan cintanya. Namun bukan berarti, cara yang ditempuh adalah cara melawan hukum dan rasa kemanusiaan.

Untung saja dalam kasus ini, korban jiwa berhasil dihindari. Percayalah, tindak kekerasan atas nama cinta tidak akan pernah menuntaskan persoalan, karena sejatinya cinta dan kekerasan adalah hal yang bertolak belakang. (Sup)

Bookmark and Share


Page: 1
12-Feb-2007 12:27:31 WIB by SRY TOBING
BUSYEEEEEEET DAH
8-Feb-2007 15:23:35 WIB by yoo rin
wow,itu memang keterlaluan .kalau sudah berpisah dengan syah sih sang istri dgn bekas suami mungkin engga akan berlaku ,melainkan bekas suami masih suka sama bekas istri,,,,,uuuuuuhhhhhh buset i hope everything will be allright
5-Feb-2007 10:06:22 WIB by ena
wuh...... gila bener
3-Feb-2007 09:13:09 WIB by UnKnowN
huaaa...susah juga...sangat rumit!! >.
29-Jan-2007 18:06:21 WIB by edyvanvreden
Kenapa tidak Poliandri saja jangan kalah dengan poligami.

 

Nama:
Email:
Security Code: