HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
RAGAM

Kelomang, Cantik dan Menggemaskan



Reporter : Wihartoseno
Juru Kamera : Warsam Aji
Lokasi: Jakarta
On Air: 30 Mei, 2007 Pukul 12.30 WIB

indosiar.com, Jakarta - Beginilah aksi kelomang atau kumang. Binatang yang bahasa latinnya Coenobitidae ini ada yang hidup di air dan di darat. Kelomang memang menggemaskan. Cangkangnya berwarna-warni dan tindak tanduknya tampak malu-malu. Karena itu tidak heran bila banyak orang yang mengoleksinya.

Kelomang air memiliki 600 spesies yang tersebar di seluruh dunia, sedangkan kelomang darat terdiri dari 12 spesies. 8 diantaranya terdapat di perairan Indonesia.

Menurut Felix Adhi Purnomo, seorang pecinta kelomang, tidak sulit memelihara kelomang.
Hewan ini tergolong pemakan segala atau omnivora. Mulai dari dedaunan, buah-buahan, sampai bangkai atau kotoran hewan, dapat dilahap oleh hewan dekapoda, atau berkaki sepuluh ini.

Yang terpenting harus diperhatikan adalah tempat hidup kelomang. Terdiri dari pasir pantai, yang dilengkapi dengan batu karang. Serta kolam berendam. Selain itu harus disediakan beberapa cangkang, karena kelomang sangat senang berganti cangkang. Kegunaan cangkang ini untuk menutupi bagian perutnya.

Di Indonesia, terdapat 8 spesies kelomang darat, semuanya tersebar dari ujung Sumatera, hingga ke Papua. Diantaranya kelomang strawberry, kelomang ungu, kelomang coklat. dan kelomang keriput.

Sayangnya, eksploitasi besar-besaran, abrasi dan pencemaran pantai, serta bencana alam, membuat habitat sejumlah spesies kelomang menjadi terganggu.

Penangkapan kelomang betina juga dikhawatirkan ikut membawa kelomang ke arah kepunahan. Walaupun kelomang betina dapat bertelur hingga ribuan butir, namun tetap memerlukan media air laut untuk menetaskan larvanya.

Kematian kelomang juga disebabkan oleh ketidaktahuan cara pemeliharaannya. Kelomang bukanlah hewan air, karena itu, kelomang tidak dapat direndam terus menerus di dalam air, karena akan membuatnya mati lemas.

Dengan pemeliharaan yang benar, usia kelomang dapat mencapai 30 tahun. Selama itu pula, tubuhnya akan membesar sampai seukuran tangan orang dewasa. Walaupun telah berusia lanjut, warna kelomang yang bermacam-macam, membuatnya tetap terlihat eksotis dan menawan. (Helmi Azahari/Sup)

Bookmark and Share


Page: 1
20-Aug-2010 20:27:37 WIB by Felix J.Wang
Saat ini kelomang belum bisa dikembangbiakkan secara buatan karena larvanya harus dilepas di dalam laut. Oleh karena itu, di daerah-daerah pantai yang tercemar limbah kimia dan/atau rusak ekosistem pantainya ( antara lain akibat pembangunan ) kelomang sangat sulit ditemui atau bahkan punah ( contoh: di sekitar Teluk Jakarta & Pantura Jawa Barat )

Silakan bergabung dalam grup FaceBook ini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kelomang darat:
http://www.facebook.com/profile.php?id=100001412599615#!/profile.php?id=100001462819328&v=wall&ref=ts
( HappyCrabbie UmangKelomang )

Thanks
Felix
( narasumber Indosiar untuk kelomang )
12-Aug-2010 07:25:47 WIB by Muhammad rivai
assalamualaikum...
apakah diindonesia kelomang sudah mulai punah?
tapi saya harapkan tidak karena saya pecinta kelomang
thanks
5-Oct-2009 17:35:29 WIB by drws
kenapa kelomang saya mati ketika sedang ganti kulit?
dan biasanya kapankah kelomang akan ganti kulit dalam 1 tahun?
30-Apr-2009 11:16:49 WIB by filaski
begitu indah kehidupan flora dan fauna nagara ini mari kita jaga dan lestarikan alam indonesia... think green
19-Apr-2009 18:34:56 WIB by hari....
ass...
bagaimana ya cara mengmbangbiakan kumang" kalu rumah jauh dari laut / didalam kota ???

trims...
16-Mar-2008 18:54:53 WIB by ui
isi komentar Anda di sini...

 

Nama:
Email:
Security Code: