HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | RESPOND ONLINE | INDOSIAR PEDULI | CORPORATE INFO
RAGAM

Kerajinan Kulit Berkualias, Pangsa Pasar Eropa



indosiar.com, Serang - Tas mahal apalagi yang terbuat dari kulit identik dengan barang impor. Tapi tahukah anda bahwa produksi tas dan aksesoris kulit asal Serang, Banten justru sebaliknya. Karena hampir seluruh produknya diperuntukan bagi pasar mancanegara. Khusus kulit buaya, pemilik pabrik bahan sengaja menangkar sendiri ribuan buaya dilokasi yang sama dengan pabrik.

Inilah sejumlah produk tas kulit asal Desa Parigi, Kecamatan Cikande, Serang, Banten. Bisa jadi anda tak menyangka kalau tas kulit berharga jutaan hingga puluhan juta rupiah ini bukanlah produk impor, melainkan produksi sebuah home industri di Jalan Cikande Serang, Banten.

Mulai bahan mentah kulit mereka sediakan sendiri, termasuk menangkar sendiri buaya untuk bahan baku produk aksesoris kulit buaya. Ditempat penangkaran dengan lebih dari tiga ribu ekor buaya ini, telur-telur buaya ditetaskan didalam inkubator. Biasanya buaya berusia dua hingga tiga tahun yang kulitnya diambil untuk bahan baku tas.

Usai dikuliti, kulit buaya dibersihkan, dikeringkan lalu diberi pewarna kemudian dilemaskan. Kulit buaya siap pakai ini kemudian di pola sesuai bentuk aksesoris yang diinginkan.

"Kita punya penangkaran buaya sendiri, dimana penangkaran ini dituntut untuk memenuhi kebutuhan dari produksi di konveksi. Selain dari penangkaran, disini juga ada penyamakan kulit sampai kepembuatan barang jadi", tutur pengrajin Tas, Nana Suryana.

Produksi tas milik Haji Rahmat ini lebih banyak dipasarkan ke luar negeri terutama Jepang. Sementara untuk tingkat lokal besarnya hanya sepuluh persen. Selain produk kulit buaya, mereka juga memproduksi tas kulit biawak dan ular yang bahan bakunya mereka ambil dari Kalimantan. (Heni Murniati Supaidi/Sup/Ijs)

Bookmark and Share