
indosiar.com, Jakarta - Kita berangkat dari Ditpolair Metro Jaya sekitar jam 12.00 WIB. Ada 3 kapal milik Ditpolair yang berangkat. Satu ditumpangi wartawan dan KNKT, yang dua lainnya ditumpangi Tim Puslabfor dan Tim dari Polri.
Lama perjalanan kira-kira 20 hingga 30 menit, sampai di lokasi 3 kapal mengitari Kapal Motor (KM) Levina I melihat situasi. Apakah memungkinkan kapal untuk dinaiki.
Sebelum berangkat kami sudah diberitahu dari Ditpolair bahwa Kapal Motor (KM) Levina I masih berasap, asumsinya kapal masih panas, sehingga kita mungkin tidak bisa naik.
Tidak lama kemudian tim dari Puslabfor merapatkan kapalnya ke Kapal Motor (KM) Levina I dan mereka naik, disusul Tim dari Polri dan KNKT.
Tidak berapa lama kemudian kapal kami merapat dan diberi izin naik ke kapal.
Kita sempat wawancara dengan Ditpolair, wawancara cuma berlangsung 3 hingga 4 menit. Saat itu kapal semakin miring.
Kita bertemu dengan Kapuslabfor. Tidak berapa lama kapal Ditpolair yang berada tidak jauh dari Kapal Motor (KM) Levina I memberi peringatan agar kami segera turun dari kapal karena kapal semakin miring.
Pada saat saya turun, air sudah masuk dengan cepat. Akhirnya kapal tenggelam. Prosesnya cepat, kurang lebih hanya 5 menit. Saat saya berada di dalam air, saya berpegangan pada baling-baling.
Saat itu ada suara minta tolong, ternyata Guntur rekan Cameraman dari SCTV. Saya sempat raih tangan dia dan tarik dia ke atas. Tiba - tiba ombak besar datang, saya berpengangan pada besi, sedangkan Guntur jatuh lagi ke laut.
Tiba-tiba ada lemparan tali. Saya pegang tali, Saya ulurkan tangan ke Guntur, tapi mungkin dia sudah lemas atau pingsan, sehingga tidak dapat meraih tali dan tenggelam dengan perlahan. Setelah itu saya lalu dilempari pelampung dan diangkat keatas kapal. (Helmi Azahari/Sup/Dv).