HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | RESPOND ONLINE | INDOSIAR PEDULI | CORPORATE INFO
RAGAM

Ketika Telur Buaya Menetas



Juru Kamera : Herman Worotikan
Tayang: Rabu, 09 Agustus 2006 Pukul 12.00 WIB

indosiar.com, Kepulauan Seribu - Pulau Bulan terletak di Kepulauan Riau. Pulau ini dapat ditempuh selama 30 menit dengan mengggunakan perahu jenis pancung, pompong, atau speed boat dari terminal penyeberangan Sagulung, Batam.

Di pulau ini terdapat tempat penangkaran buaya. Lebih dari 15 ribu ekor buaya dikembangbiakkan di tempat ini.

Buaya yang dikembangbiakkan jenis buaya muara dan buaya air tawar. Buaya muara warna kulitnya lebih cerah serta bentuk tubuhnya ramping dan panjang. Sedangkan buaya air tawar warnanya gelap dan ukuran tubuhnya besar.Salah satu fenomena yang menarik dari penangkaran buaya adalah saat bayi buaya menetas dari telurnya.

Dalam satu tahun buaya bertelur satu kali. Masa kawin antara bulan November hingga Desember. Sedangkan masa bertelur pada bulan Januari. Buaya sudah mulai bertelur mulai umur tiga hingga dua puluh tahun.

Namun yang paling baik untuk ditetaskan adalah telur buaya yang berumur antara sepuluh hingga 15 tahun. Setiap kali musim kawin, seekor buaya betina akan bertelur sekitar 40 butir.

Penetasan telur buaya dapat dilakukan dengan cara buatan dan alami. Sebelum ditetaskan secara buatan, telur buaya dikumpulkan dan disimpan di dalam inkubator.

Pemindahan telur ini dilakukan secara hati-hati, karena tidak boleh terguncang dan terbalik.Selain itu, buaya yang sedang bertelur biasanya lebih agresif menyerang siapa saja yang mengganggu sarangnya.

Di ruangan inkubator, kelembaban udara dijaga pada tingkatan diatas 95 persen. Sementara suhu udara pada posisi antara 32 hingga 33 derajat celcius.

Di tempat ini telur buaya akan menetas dalam waktu 82 hari. Dengan cara ini tingkat keberhasilan penetasan telur dapat mencapai sembilan puluh persen. Penetasan telur buaya juga berlangsung secara alami. Namun tingkat keberhasilannya hanya berkisar 40 hingga lima puluh persen.

Telur buaya yang ditetaskan secara alami dibiarkan tetap berada di sarangnya. Biasanya berupa lubang di tepi kolam yang ditutupi daun, ranting dan pasir. Dengan cara ini, telur buaya akan menetas selama 92 hari.

Biasanya bayi buaya lahir di siang hari. Ukurannya 30 centimeter dengan bobot sekitar 60 gram.Setelah menetas, bayi buaya atau di sebut juga hatchling, menerobos kulit telur dan keluar mencari sumber air.

Bayi buaya yang baru menetas tidak perlu mencari makan selama seminggu, karena dibawah kantung kelaminnya terdapat kuning telur yang menjadi cadangan makanan selama tujuh hari.

Bayi buaya telah menetas. Tantangan selanjutnya adalah menjaga agar bayi buaya ini dapat bertahan hidup hingga dewasa. (Sup)
Bookmark and Share