
Tim Horison kali ini mau jalan-jalan ke taman burung di Taman Mini Indonesia Indah. Mau lihat aneka ragam jenis burung yang ada di Indonesia. Tapi sebelumnya bayar tiket dulu. Cukup Rp 7 ribu rupiah saja.
Dalam taman burung ini ada 2 kubah besar. Kubah pertama yang ditemui pengunjung adalah kubah besar. Ditemani Pak Syamsu, Tim Horison keliling taman burung. Ngak disangka, ternyata koleksi burung di sini itu banyak juga loh. Terutama burung yang sudah masuk dalam hitungan langka.
"Jenis burung di Indonesia itu keseluruhannya itu ada 250 jenis. Indonesia bagian barat dan Indonesia bagian timur. Kalau di kubah bagian barat, yang langka itu contohnya adalah jalak Bali dan elang laut," jelas Pak Syamsu.
Kebetulan waktu itu juga saatnya ngasih makan burung. Burungnya jinak banget sama pawangnya. Buat pengunjung sendiri tiap Sabtu dan Minggu bisa ikut kasih makan, tentunya pada jam-jam tertentu.
Belajar perilaku burung dan juga mengenali jenis-jenisnya, kayaknya pas banget deh kalau dilakuin di sini. Dan ngak lengkap tentunya kalau udah liat kubah barat tapi ngak ke kubah timur. Menurut Pak Syamsu, kubah-kubah ini untuk membedakan mana burung asal Indonesia bagian barat dan Indonesia bagian timur.
Untuk burung asal Indonesia bagian barat itu, seperti Bali, Jawa, Sumatera, Kalimantan. Sedangkan untuk Indonesia bagian timur, Sulawesi, Nusatenggara, Irian Jaya, dan Maluku, ditempatkan di kubah timur.
Beberapa jenis burung yang sengaja dilepas di luar kubah sengaja dilakukan untuk menambah koleksi saja. Biar kelihatannya dari luar taman burung. Bagi pengunjung yang masuk dalam kandang raksasa ini dinilai cukup aman. Seperti Bangau Tong-tong, Kaswari, asal tidak terlalu dekat saja.
Taman burung di TMII ini, tidak sekedar cuma memelihara burung, tapi juga sudah berhasil mengembang biakkan sekitar 100 jenis burung. Tiga puluh jenis diantaranya untuk jenis yang dilindungi dan langka.
Tapi ngomong-ngomong apa sih perbedaan burung dari Indonesia bagian barat dan bagian timur. "Ciri khas Indonesia bagian barat adalah suaranya bagus, bulunya kurang indah. Sedangkan indonesia bagian timur, suaranya kurang bagus tapi bulunya sangat indah dan jenis burung paruh bengkok," Pak Syamsu menjelaskan lebih lanjut.
Burung Cikukua ini asalnya dari mantan provinsi Indonesia Timor-Timur. Kalau mau datang ke taman burung, katanya sih lebih pas waktu pagi atau sore. Soalnya pada saat itu, burung-burung lagi sliweran cari makan dan banyak juga berkicau dan tentunya pasti lebih asyik untuk dilihat. (Her/Ijs)