
indosiar.com, Solo - Menyambut datangnya tahun baru Imlek warga Solo, Jawa Tengah, mempunyai tradisi unik. Yaitu menggelar kirab lampion keliling kampung Pecinan. Kirab ini juga sering disebut karnaval kerukunan umat beragama, karena melibatkan semua agama.
Kirab lampion yang dikenal dengan ritual seribu lampion Bok Teko ini adalah tradisi di kampung Sudiroprajan, disekitar pasar Gede Solo. Tradisi ini melibatkan warga Tionghoa dan Jawa, sebagai simbol saling menghormati dan menghargai sesama umat beragama.
Kirab dimulai dengan menggarak ribuan lampion mengelilingi Klenteng Gede. Ratusan warga membawa lampion serta mengusung dua gunungan hasil bumi. Kirab Bok Teko merupakan hasil alkulturasi budaha Tionghoa dan Jawa. Lampion mengambarkan budaya Tionghoa, sedangkan gunungan hasil bumi sebagai simbol budaya agraris masyarakat Jawa. Kirab lampion Bok Teko merupakan ungkapan syukur atas datangnya tahun baru.
Prosesi kirab berakhir pada tengah malam dengan ditandai doa bersama agar kehiduapan dalam setahun mendatang jauh lebih baik. Tradisi lampion Bok Teko ini digelar pada 5 hari menjelang Imlek. (Danug Nugroho Adi/Sup)