indosiar.com, Solo - Musik gamelan memang selalu menarik dan tidak pernah habis untuk dieksplorasi. Seperti dalam Parade Gamelan Bali se Jawa di pedapa ISI Solo beberapa waktu lalu. Gamelan Bali yang dinamis dipadu dengan gamelan Jawa yang melankolis.
Sajian gamelan ini bertambah menarik karena para musisi juga mengkolaborasikan gamelan Bali yang iramanya cenderung rancak dengan gamelan Jawa yang melankolis.
Tidak hanya gamelan, parade ini juga mengiringi penampilan tari Bali yang khas, seperti tari Trimurti, menggambarkan bersatunya tiga dewa, yaitu Dewa Siwa, Rahmana dan Wisnu, dalam mengatur alam semesta dan isinya.
Sejumlah kolaborasi gamelan Bali - Jawa disajikan cukup memikat oleh para musisi dari Yogyakarta, Solo dan Jakarta. Bunyi gamelan saut - menyaut antara irama gamelan Jawa yang pelan dengan irama rancak gamelan Bali. Alhasil, permainan gamelan ini pun syarat dengan improvisasi yang enak didengar.
Menurut musisi gamelan Bali Pande Made Sukerta, sajian ini merupakan hasil explorasi dari para musisi Bali yang berada disejumlah kota di Jawa. Pergaulan mereka dengan gamelan Jawa menghasilkan kolaborasi, seperti yang sekarang ini.
Dalam kolaborasi gamelan Bali, Jawa, Cilacap. Komposisi dicoba dengan menggabungkan irama rancak dan pelan dengan kekuatan pada kenong dan sara. Setelah parade gamelan Bali, parade akan dilanjutkan dengan menampilkan parade gamelan Banyumasan, Minang dan Surabaya. (Ganuk Nugroho Adi/Dv/Ijs)