Tim Liputan : Lenasari Aristianti - Dedi Suhardimanindosiar.com, Bogor - Awal Mei lalu disebuah pusat pertokoan di kota Bogor, Jawa Barat berlangsung kontes kecantikan kucing. Memangnya orang doang yang boleh cantik. Perlombaan ini diadakan sebuah wadah resmi pencinta kucing ditanah air Cat Fancy Indonesia (CFI). Nantinya kucing - kucing berbagai ras itu bakal dilombakan juga ke ajang internasional tingkat ASEAN yang akan diselenggarakan sekitar bulan Juli di Indonesia.
Ada 3 brit (jenis yang dilombakan), yaitu ras Persia, eksotik shot hair dan maine coon yang masing - masingnya dibagi menjadi beberapa kategori, yakni kitten (anak - anak kucing) dan adult alias kucing dewasa juga ada kategori House Mopad bagi kucing lokal. Semua kategori itu masih dibagi lagi untuk jantan dan betina.
Yang dinilai adalah penampilan keseluruhan antara lain kesehatan dan proposi tubuh makhluk yang dipercaya punya nyawa sembilan itu. Gemas banget ya lihat kucing - kucing ini kayaknya bisa jadi juara semua, tapi hal itu tidak bikin juri bingung memberi penilaian.
Sesuai etika penjurian dalam kontes ini juri langsung menyampaikan penilaiannya. Jadi sang pemilik tahu apa kelebihan dan kekurangan hewan kesayangannya itu. Masing - masing ras tentunya punya karakteristik sendiri. Kayak jenis maine coon ini, badannya gede bukan gara - gara kebanyakan makan tapi memang dari sana begitu itu.
Berasal dari negara bagian main Amerika Serikat beratnya bisa sampai 9 kilogram kalau sudah dewasa.
Di Indonesia sendiri masih sedikit yang membiarkan kucing dengan ras maine coon. Dalam kontes ini pemenang dalam kategori adult untuk ras Mankon jatuh ke tangan Awaru Bernatt yang dimiliki Suyanto. Si Awaru ini diimpor langsung dari Polandia.
Kucing berjenis Mankun ini, antara lain disuka karena tidak pasif seperti kucing Persia dan gampang akrab dengan manusia. Kucing yang sering ikut lomba umumnya sudah terbiasa dengan keramaian jadi tidak kuper dan juga tidak galak.
Dalam kontes kucing galak biasanya didiskualifikasi. Soalnya salah satu tujuan diadain kontes buat memperlihatkan hubungan harmonis antara kucing sebagai binatang peliharaan dengan tuannya manusia. Karena kalo tidak harmonis buat apa pelihara kucing. (Sup/Dv).