HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | RESPOND ONLINE | INDOSIAR PEDULI | CORPORATE INFO
RAGAM

Lada, Emas Bagi Belitung



Reporter : Budi Sampurno
Kamerawan : Mugiwiyono

indosiar.com, Belitung - Propinsi Bangka Belitung, adalah kawasan yang kaya akan hasil bumi. Sejarah mencatat, timah pernah menjadi primadona di tanah Belitung. Potensi lainnya, lada putih, yang disebut pula sebagai muntok white pepper. Bahkan, di Indonesia, propinsi Bangka Belitung merupakan penghasil lada putih terbesar dengan potensi 129 milyar rupiah per tahun.

Umumnya, lada putih diusahakan dalam bentuk perkebunan rakyat. Kebanyakan berlokasi di daerah Badau, Membalong dan Dendang. Di kawasan itu, mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai petani lada. Salah satunya, keluarga tabah yang tinggal di Desa Gunung Rinting Membalong .

Berdasarkan pengalaman pria berusia 45 tahun ini, upaya awal bertani lada tidak sesulit yang dibayangkan. 5 tahun lalu ia mulai menanam 200 batang bibit lada di tanah seluas 1600 meter persegi. Bibit lada yang merupakan hasil cangkokan atau stek, dibeli dengan harga seribu rupiah. kini, sudah belasan ribu tanaman rempah itu ia miliki.

Tumbuh dengan cara merambat, tanaman ini harus diberi sangga kayu. Untuk bibit yang berusia di bawah 1 tahun, sangga kayu yang disebut dalam bahasa setempat dengan tunangan ini berukuran panjang 1,5 meter dengan diameter berkisar 5 hingga 10 cm.

Setelah usia lada mencapai 1 tahun, penyangga kayu diganti dengan diameter yang lebih besar serta memiliki panjang sekitar 3 meter. Ketinggian kayu penyangga menunjukkan juga ketinggian tanaman yang dapat dipanen sejak usia 3 tahun hingga maksimal 13 tahun.

Tanaman rempah ini bisa dipanen hingga maksimal 10 kali. Perawatannya pun relatif mudah ditangani. Petani hanya dipusingkan dengan kehadiran hama ulat tenggerek, dan munculnya penyakit busuk pada pangkal batang. namun secara keseluruhan, bagi para petani lada, menanam lada Mentok, sebutan lain bagi lada Belitung, tidaklah sulit.

Ketika panen tiba, petani lada tak usah berpayah-payah mencari pembeli. Mungkin karena informasi yang beredar dari mulut kemulut, biasanya para pembeli langsung datang ke lokasi panen. Setiap pohon bisa menghasilkan 1 kilogram lada. saat ini harga lada mencapai 20 ribu rupiah perkilogramnya.

Rata-rata petani lada di sini memiliki setidaknya 3 ribu batang pohon. Bila dijumlah secara kasar, paling tidak dari 3 ribu batang pohon tersebut, bisa menghasilkan uang 60 juta rupiah. Para petani lada ini pernah mengenyam masa keemasan lada, era 97-an, ketika harga lada mencapai 75 ribu rupiah perkilogramnya.

Sebagai komoditi ekspor, harga lada memang fluktuatif mengikuti nilai mata uang dollar. Saat gemilang itu memang sudah memudar, namun tak begitu mempengaruhi animo warga setempat untuk bertani lada. Sebab bagaimanapun, nyatanya lada putih masih menjadi tambang emas bagi mereka.(Idh)


Video Streaming

Bookmark and Share