
indosiar.com, Solo - Ada suasana lain dalam pentas wayang orang di Taman Sri Wedari, Solo, Jawa Tengah, akhir pekan kemarin. Kapolda Jawa Tengah bersama jajarannya mendadak menyaksikan pertunjukkan dan melelang suaranya. Terkumpul dana 220 juta rupiah untuk perkembangan kelompok wayang orang Sri Wedari.
Tidak hanya menonton Kapolda Jawa Tengah, Irjen Polisi Bambang Riatmodjo juga menyumbang dana 20 juta rupiah untuk perkembangan kelompok wayang orang Sri Wedari.
Bahkan untuk memancing para donator, Kapolda melelang suaranya dengan cara menyanyikan langam. Hasilnya terkumpul dana 220 juta rupiah dari Kapolwil, Kapoltabes, Kapolres se Surakarta, Walikota Solo, Joko Widodo serta sejumlah pengusaha.
Menurut Kapolda, wayang orang adalah seni budaya yang harus dilestarikan dan dikembangkan. Selain ingin melestarikan seni tradisi, kedatangannya ke Sri Wedari juga sebagai bentuk ucapan terima kasih kepada warga Solo karena selama dan sesudah berlangsungnya pemilu, kota Solo tetap aman.
Pentas Minggu (12/07/09) malam, menampilkan lakon Babat Alas Suana Marta yakni kisah saat Pendawa membuka hutan Wana Marta untuk mendirikan negeri Amarta. Pandawa harus berjuang melawan raksasa dan jin penghuni hutan. (Danu Nugroho Adi/Sup)