HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | RESPOND ONLINE | INDOSIAR PEDULI | CORPORATE INFO
RAGAM

Mainan Edukatif Merangsang Kreatifitas Anak



Mainan Edukatif Merangsang Kreatifitas Anak

Baca Juga:


Tags:

anak - anak

Berita HOT:

Reporter: Asep Syaifullah
Juru Kamera: Ahmad Susanto
Penyunting Gambar: Bagus Andriansari
Lokasi: Sukabumi, Jawa Barat
On air: 20 Juni 2007, Pukul 12.30 WIB

indosiar.com, - Berbagai jenis mainan anak-anak ini tampak menarik dan mendidik. Bentuknya bermacam-macam. Ada yang berbentuk gambar binatang. Huruf. Dan juga angka. Permainan edukatif ini diperuntukkan bagi balita berumur 2 tahun hingga 6 tahun.

Ditujukan untuk merangsang kreatifitas anak, memperkenalkan alam sekitar, serta belajar mengenal huruf dan angka sejak dini. Sehingga saat bermain, tanpa terasa mereka juga sekaligus belajar.

Ada berbagai macam permainan edukatif, salah satu yang favorit adalah magic numeric ini. Di Kecamatan Cicantayan, Sukabumi, Jawa Barat inilah berbagai jenis mainan anak-anak edukatif dibuat.

Proses pembuatannya sederhana. Dimulai dari pembuatan mal dari kertas, sesuai bentuk yang akan dihasilkan.

Mal kemudian direkatkan ke papan lalu dipotong. Selanjutnya, papan yang telah berbentuk mainan dihaluskan dengan mesin. Proses selanjutnya adalah pembuatan lubang dengan menggunakan bor.

Setelah berbentuk sesuai yang diinginkan, diberi cat dasar. Kemudian setelah cat kering, diamplas agar halus. Lalu memasuki proses akhir, pengecatan.

Karena diperuntukkan bagi anak-anak, cat yang digunakan harus bebas racun. Ini merupakan standar internasional. Warna yang dipilih adalah warna dasar yang terang, seperti merah, kuning, hijau dan biru.

Lihat saja, berbagai permainan edukatif ini tampak menarik, dengan warna-warni yang mencolok. Harga mainan edukatif ini bervariasi, sesuai bentuknya. Mulai dari 15 ribu hingga 150 ribu rupiah.

Pemilihan mainan anak-anak harus selektif. Selain tidak berbahaya juga harus mendidik. Sehingga mereka tidak semata-mata bermain, namun juga sekaligus belajar. (Helmi Azahari/Sup)

Bookmark and Share