HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | RESPOND ONLINE | INDOSIAR PEDULI | CORPORATE INFO
RAGAM

Masjid Shah Alam, Si Kubah Biru Dari Malaysia



Berita HOT:

Untitled Document

Reporter : Arni Gusmiarni
Juru Kamera : Iwan Agung

indosiar.com, Malaysia - Malaysia adalah sebuah negara yang tengah berkembang, bahkan bisa dibilang melesat cukup jauh dibandingkan Indonesia. Namun demikian, secara budaya, Malaysia tidaklah jauh berbeda. Penduduknya pun mayoritas beragama Islam. Masjid dengan mudah dijumpai di Malaysia.

Salah satu yang terbesar adalah Masjid Negeri Selangor Darul Ehsan, yang bernama Masjid Sultan Salahuddin Abdul Azis Shah. biasa juga disebut sebagai Masjid Shah Alam, masjid ini diresmikan Sultan Selangor pada 11 Maret 1988.

Kubah Masjid Shah Alam ini kabarnya merupakan yang terbesar di dunia. Menggabungkan unsur modern dan tradisional. Kubah biru ini terdiri dari 2 lapis bingkai aluminium setinggi 350 kaki dengan diameter 170 kaki.

Bagian luar dan dalam kubah dihiasi ayat-ayat Al Qur’an. 4 buah menara setinggi 460 kaki seolah menjadi pendamping sang kubah. Dari menara yang tinggi ini, lantunan adzan dan ayat-ayat suci Al Quran terdengar di sekitar kawasan Shah Alam.


Bangunan masjid ini sendiri, terdiri dari 2 tingkat. Tingkat pertama tempat shalat bagi kaum lelaki, tingkat kedua untuk para perempuan. Udara di dalam ruangan luas ini dilengkapi 24 tiang kipas angin. Tempat imam memimpin shalat dibuat dari marmer putih, yang dihiasi ayat-ayat suci Al Quran. Dibuat dari bahan-bahan terbaik. Keramiknya sebagian didatangkan dari Turki. Dihiasi 4 lampu kristal berharga lebih dari 2 juta Ringgit Malaysia, atau hampir mencapai 5 milyar rupiah.

Salah satu yang menonjol di masjid kebanggaan warga Malaysia ini adalah kesan yang modern tanpa meninggalkan nilai-nilai religius. Sentuhan teknologi di Masjid Shah Alam misalnya, amat terasa di tempat wudhu bagi para jamaah.

Hampir 600 keran yang dikendalikan secara elektronik, disediakan. Jika tangan diletakkan di bawah keran, maka air pun langsung mengalir tanpa perlu kita sentuh sedikitpun. Dan akan berhenti secara otomatis bila tangan diangkat.

Sebagaimana di Indonesia, di Masjid Shah Alam Malaysia ini pun diadakan berbagai kegiatan keagamaan. Seperti sekolah mengaji dan bimbingan rohani. Bagi anak usia balita, juga ada semacam taman pendidikan Al Quran. Setiap hari, bisa dibilang masjid ini tak pernah sepi.

sebagai sebuah masjid yang konon terbesar se-Asia Tenggara, Masjid Shah Alam sering dikunjungi wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Jumlahnya bahkan pernah mencapai seribuan orang per hari. Namun isu SARS dan tragedi WTC 11 September, membuat jumlah turis pun jauh menyusut. Hanya sekitar 200-an per hari. Bagaimanapun, berbagai isu itu tidaklah menghilangkan fungsinya sebagai salah satu tempat ibadah umat muslim yang modern tanpa menanggalkan nilai-nilai Islami. (Sup/Idh)

Video Streaming

Bookmark and Share