
indosiar.com, Bogor - Peristiwa Yesus membasuh kaki kedua belas muridnya, sebelum perjamuannya yang terakhir menjelang Hari Raya Paskah, telah berumur lebih dari dua ribu tahun.
Peristiwa ini dalam Gereja Katolik di seluruh dunia setiap tahun diperingati sebagai hari Kamis Putih. Pada hari itu Yesus mengajarkan tentang kasih kepada para muridnya, dengan membasuh kaki mereka.
Di pertapaan Lembah Karmel, Cikanyere, upacara Kamis Putih berlangsung seperti di Gereja Katolik lain. Bedanya, pertapaan ini bukanlah paroki. Tidak memiliki umat tetap, dan yang menghadiri kebaktian datang dari berbagai kota.
Mereka tak saling kenal, namun memiliki tujuan yang sama. Datang untuk memaknai tiga hari suci.
Salah satu tradisi di pertapaan milik Ordo Karmel ini adalah perarakan tandu. Tandu perlambang Yesus sebagai raja, diarak bersama salib Yesus setelah misa Kamis Putih, menuju Kapel Maria Bunda Karmel.
Tempat dimana umat akan menghayati malam dimulainya sengsara Yesus dengan acara doa. Kikenal dengan istilah Tuguran.
Pada malam Kamis Putih ini juga, Yesus untuk pertama kalinya menciptakan perayaan Ekaristi. Suatu tanda yang ditinggalkan Yesus dengan perintah untuk dikenang oleh umatnya. Tanda cinta kasih.
Sejak perintah itu diturunkan, perayaan Ekaristi oleh umat Kristen dilaksanakan setiap hari Minggu. Hari ketiga, dimana Yesus bangkit dari alam kematian dan dimuliakan.
Di pertapaan Lembah Karmel, upacara jalan salib juga memiliki tradisi sendiri. Para biarawan dan biarawati Puteri Karmel, membimbing umat untuk memasuki suasana keheningan batin.
Dengan memanggul kayu salib, umat didorong untuk berada sedekat mungkin dengan perasaan Sang Penebusnya.
Sedekat mungkin dengan jalannya peristiwa sengsara yang diderita Yesus. Tak ada kasih yang lebih besar dari kasih seorang, yang menyerahkan nyawanya demi sahabat-sahabatnya.
Sebagai pelayan Tuhan yang berpengalaman membimbing retreat, para biarawan dan biarawati Putri Karmel ini sangat berpengalaman menciptakan susana khusuk. Umat yang mengikuti upacara jalan salib, dibimbing untuk memaknai secara pribadi, kisah sengsara yang didasari oleh kasih.
Keberadaan Yesus dan pengaruhnya yang makin meluas, dianggap membahayakan oleh tokoh-tokoh agama pada masa itu. Persekongkolan untuk membunuh Yesus pun dibuat.
Yesus ditangkap dan diadili. meski tak ditemukan kesalahannya, mereka tetap menginginkan Yesus disingkirkan. Dibunuh dengan cara seperti seorang penjahat. Begitulah kematian Yesus ditentukan. Mati di kayu salib. Pada masa itu merupakan cara mati yang paling hina.
Segmen II
Maria, ibunda Yesus, tidak berbeda dengan semua ibu di dunia. Kematian putera yang amat dicintai menimbulkan luka hati yang mendalam. Dari bawah kayu salib, Maria menyaksikan sang putera tunggal meregang nyawa.
Tiga jam lamanya. Sebagai manusia Maria sungguh tak mengerti apa yang dikehendaki Tuhan. Namun iman dan ketaatan Maria menjalani kehendak Bapa, telah mendatangkan rahmat keselamatan yang terentang melampaui segala abad.
Gereja Katolik amat menghormati Maria ibunda Yesus. Di pertapaan Lembah Karmel, penghormatan pada Maria yang berduka cita menjadi tema melewati Sabtu suci.
Umat yang telah mengikuti peringatan Tri Hari Suci Paskah sejak Kamis, dibimbing untuk menelusuri kesedihan Maria. Membawa masuk kedalam hati masing-masing, dan turut merasakan duka, sekaligus ketaatan dan kekuatan iman Maria.
Sehari sebelum peringatan kebangkitan Yesus, umat yang hadir di pertapaan Lembah Karmel berdoa di Gua Maria. Masa hening ini digunakan untuk menghayati derita sang ibu, sekaligus berdoa. Bunda Maria menjadi ibu gereja.
Tempat segala permintaan doa dibisikan. Segela keluh kesah diadukan. Umat Katolik menjadikan Bunda Maria sebagai perantara kepada puteranya. Maria Bunda Allah. Putera mana yang akan menolak permohonan dari sang ibu?.
Lalu tibalah saat Yesus dipermuliakan Allah. Pada hari ketiga setelah wafat, putera manusia itu bangkit mengalahkan maut, dan dilambangkan dalam upacara cahaya. Malam Paskah di pertapaan Lembah Karmel dipenuhi dengan kerlip lilin. Di tangan seluruh umat, lilin menyala. Api perlambang kehidupan dan Roh Kudus.
Misa memperingati kebangkitan Yesus dilangsungkan larut malam. Malam Paskah dimaknai sebagai hidup baru bagi umat Katolik. Pada malam kebangkitan itu umat Katolik memperbaharui janji baptis.
Janji yang diucapkan ketika menjadi umat Katolik. Saat Paskah yang semula dirayakan sebagai peringatan pembebasan Israel dari bangsa Mesir, kini diperingati sebagai hari kebangkitan Yesus.(Idh)