HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
RAGAM

Memaknai Paskah dari Lembah Karmel



Reporter : Windu Tiastuti
Cameraman : Herman Worotikan
Tayang : Rabu, 19 April 2006, Pukul 12:00 WIB

indosiar.com, Bogor - Peristiwa Yesus membasuh kaki kedua belas muridnya, sebelum perjamuannya yang terakhir menjelang Hari Raya Paskah, telah berumur lebih dari dua ribu tahun.

Peristiwa ini dalam Gereja Katolik di seluruh dunia setiap tahun diperingati sebagai hari Kamis Putih. Pada hari itu Yesus mengajarkan tentang kasih kepada para muridnya, dengan membasuh kaki mereka.

Di pertapaan Lembah Karmel, Cikanyere, upacara Kamis Putih berlangsung seperti di Gereja Katolik lain. Bedanya, pertapaan ini bukanlah paroki. Tidak memiliki umat tetap, dan yang menghadiri kebaktian datang dari berbagai kota.

Mereka tak saling kenal, namun memiliki tujuan yang sama. Datang untuk memaknai tiga hari suci.

Memaknai peristiwa sengsara, wafat dan kebangkitan Yesus, dari sebuah tempat yang hening, sejuk oleh hawa pegunungan, sengaja ditata untuk ketenangan, dan memelihara tradisi sendiri. Tradisi Lembah Karmel.

Salah satu tradisi di pertapaan milik Ordo Karmel ini adalah perarakan tandu. Tandu perlambang Yesus sebagai raja, diarak bersama salib Yesus setelah misa Kamis Putih, menuju Kapel Maria Bunda Karmel.

Tempat dimana umat akan menghayati malam dimulainya sengsara Yesus dengan acara doa. Kikenal dengan istilah Tuguran.

Tandu ini hanya dikeluarkan satu tahun sekali pada malam Kamis Putih. Tandu, simbol penegasan Yesus sebagai raja dari Kerajaan Allah.

Pada malam Kamis Putih ini juga, Yesus untuk pertama kalinya menciptakan perayaan Ekaristi. Suatu tanda yang ditinggalkan Yesus dengan perintah untuk dikenang oleh umatnya. Tanda cinta kasih.

Sejak perintah itu diturunkan, perayaan Ekaristi oleh umat Kristen dilaksanakan setiap hari Minggu. Hari ketiga, dimana Yesus bangkit dari alam kematian dan dimuliakan.

Di pertapaan Lembah Karmel, upacara jalan salib juga memiliki tradisi sendiri. Para biarawan dan biarawati Puteri Karmel, membimbing umat untuk memasuki suasana keheningan batin.

Sejumlah umat diminta memanggul sebuah kayu salib bersama-sama, menuju setiap simbol jalannya peristiwa penyaliban Yesus oleh bangsa Yahudi. Bangsanya sendiri.

Dengan memanggul kayu salib, umat didorong untuk berada sedekat mungkin dengan perasaan Sang Penebusnya.

Sedekat mungkin dengan jalannya peristiwa sengsara yang diderita Yesus. Tak ada kasih yang lebih besar dari kasih seorang, yang menyerahkan nyawanya demi sahabat-sahabatnya.

Sebagai pelayan Tuhan yang berpengalaman membimbing retreat, para biarawan dan biarawati Putri Karmel ini sangat berpengalaman menciptakan susana khusuk. Umat yang mengikuti upacara jalan salib, dibimbing untuk memaknai secara pribadi, kisah sengsara yang didasari oleh kasih.

Keberadaan Yesus dan pengaruhnya yang makin meluas, dianggap membahayakan oleh tokoh-tokoh agama pada masa itu. Persekongkolan untuk membunuh Yesus pun dibuat.

Yesus ditangkap dan diadili. meski tak ditemukan kesalahannya, mereka tetap menginginkan Yesus disingkirkan. Dibunuh dengan cara seperti seorang penjahat. Begitulah kematian Yesus ditentukan. Mati di kayu salib. Pada masa itu merupakan cara mati yang paling hina.

Segmen II

Maria, ibunda Yesus, tidak berbeda dengan semua ibu di dunia. Kematian putera yang amat dicintai menimbulkan luka hati yang mendalam. Dari bawah kayu salib, Maria menyaksikan sang putera tunggal meregang nyawa.

Tiga jam lamanya. Sebagai manusia Maria sungguh tak mengerti apa yang dikehendaki Tuhan. Namun iman dan ketaatan Maria menjalani kehendak Bapa, telah mendatangkan rahmat keselamatan yang terentang melampaui segala abad.

Gereja Katolik amat menghormati Maria ibunda Yesus. Di pertapaan Lembah Karmel, penghormatan pada Maria yang berduka cita menjadi tema melewati Sabtu suci.

Umat yang telah mengikuti peringatan Tri Hari Suci Paskah sejak Kamis, dibimbing untuk menelusuri kesedihan Maria. Membawa masuk kedalam hati masing-masing, dan turut merasakan duka, sekaligus ketaatan dan kekuatan iman Maria.

Sehari sebelum peringatan kebangkitan Yesus, umat yang hadir di pertapaan Lembah Karmel berdoa di Gua Maria. Masa hening ini digunakan untuk menghayati derita sang ibu, sekaligus berdoa. Bunda Maria menjadi ibu gereja.

Tempat segala permintaan doa dibisikan. Segela keluh kesah diadukan. Umat Katolik menjadikan Bunda Maria sebagai perantara kepada puteranya. Maria Bunda Allah. Putera mana yang akan menolak permohonan dari sang ibu?.

Lalu tibalah saat Yesus dipermuliakan Allah. Pada hari ketiga setelah wafat, putera manusia itu bangkit mengalahkan maut, dan dilambangkan dalam upacara cahaya. Malam Paskah di pertapaan Lembah Karmel dipenuhi dengan kerlip lilin. Di tangan seluruh umat, lilin menyala. Api perlambang kehidupan dan Roh Kudus.

Misa memperingati kebangkitan Yesus dilangsungkan larut malam. Malam Paskah dimaknai sebagai hidup baru bagi umat Katolik. Pada malam kebangkitan itu umat Katolik memperbaharui janji baptis.

Janji yang diucapkan ketika menjadi umat Katolik. Saat Paskah yang semula dirayakan sebagai peringatan pembebasan Israel dari bangsa Mesir, kini diperingati sebagai hari kebangkitan Yesus.(Idh)

Bookmark and Share


Page: 1 2
1-Jun-2010 00:14:58 WIB by gunawan alimsyah
Mohon bantuan dan doa untuk kesehatan dan kedamaian untuk keluarga serta berkat untuk usaha saya.
12-Apr-2010 13:25:26 WIB by maria magdalena
Romo, tahun kemarin saya dan suamiku ikut retret di karmel,
rasa damai, sukacita yg belum pernah saya rasakan, dan ada kerinduan utk ikut retret kembali, tapi saya mohon bantuan romo utk mendoakan suami saya yg mengalami kemunduran dlm usaha, krisis keuangan, agar diberi berkat dan kelimpahan pada keluarga kami, dan diberi rejeki. terima kasih romo.
10-Jan-2010 10:31:33 WIB by Suseno
Yth. Romo Yohanes Indrakusuma.Ocarm.
Mohon bantuan doa romo. Usaha kami sudah hampir jalan 2 tahun ini mengalami banyak kendala. Mohon berkat dan doa romo, agar Tuhan memberikan jalan terang dan berkatNya untuk saya dan keluarga, khususnya kesulitan keuangan / ekonomi. Usaha ini merupakan tumpuan harapan keluarga kami. Kiranya Romo berkenan memberikan doanya kepada saya dan keluarga. amin. Atas bantuan doa ini sebelumnya kami menghaturkan banyak terimakasih
14-Dec-2009 10:44:31 WIB by Dicky
Mohon bantuan doa tuk istri tercinta Chatarina idha ratna astuti agar dikuatkan janin di rahimnya, menurut dokter kandungan istri saya lemah. Kami pernah mengalami kegagalan pada tahun pertama pernikahan pada usia kandungan 2bulan. GBU
8-May-2009 14:29:41 WIB by andy purnama
Shalom,salam sejahtera selalu bagi kita semua yang percaya kepada _Nya.Kita sudah sering membaca tentang kisah2 atau kesaksian2 dari saudara2 yang pernah mengunjungi tempat tersebut.Saya menyarankan agar sebelum berangkat menuju tempat ziarah tsb,sebaiknya umat atau teman2 diingatkan agar memelihara kebersihan dengan tidak membuang sampah terutama plastk bekas makanan atau minuman.Terimakasih Tuhan memberkati
22-Apr-2009 10:51:03 WIB by merry wibisono
Pendaftarannya Di Mana
7-Jan-2009 14:17:32 WIB by liliana
syallom, saya minta tolong didoakan untuk papa saya umur 77 tahun yang sekarang sakit stroke(terbaring tidur)sdh 8 bulan.semoga didoakan oleh romo,suster,frater dari lembah karmel papa saya mengalami kesembuhan dan dapat berjalan kembali. terima kasih saya ucapkan. hp saya: 08567153836
6-Aug-2007 11:42:37 WIB by Hj.RINI SALMIARNI SALMAN DJIBAN,ST
saya adalah seorang muslim dan pernah ikut sekolah kesusteran di ekolah kesusteran Nyerongkop Kalimantan Barat.Kenangan indah pada saat waktu itu karena antara Islam dan Kristen masih sama-sama saling menghargai dan saling menghormati.Saya mengikuti sekolah kesusteran pada saat duduk di sekolah SD dan setelah wisuda saya juga aktif mengikuti kegiatan madrasah Diniyah Al-Falah yang pada saat itu baru didirikan pada saat saya duduk di kelas 4 SD.Saya merasakan keindahan dalam berkristus dan berislam bahkan pada saat di kesusteran saya menjadi wisudawan terbaik.Saya juga pernah mengikuti kegiatan pertapaan di lembah karmel bersama utusan Tuhan dari keuskupan Nyerongkop.Asyik lho apalagi pada kesempatan lain saya bisa berbagi kue atau cake dengan para perawan cantik ... itu lho para suster dan biarawati yang mendidik saya pada waktu mengikuti sekolah kesusteran Nyerongkop.Halleluya terima kasih buat para suster dan biarawati serta pastur dan pendeta khususnya pendeta Heru dari gereja Pantekosta SILOAM yang punya CS Pendeta Gilbert yang merupakan idola saya karena mempunyai senyum yang manis dan khas tanpa susuk lho.Sekarang saya alhamdulillah telah lulus sekolah dan mendapat gelar sarjana berkat dukungan dan doa dari para pastur,pendeta, suster,biarawati dan doa seluruh jemaat kristus yang mengenal SIAPA keluarga saya sudah jadi PNS dan sekarang suami saya dibuat orang hilang ingatan dan tidak mengetahui keberadaan keluarganya.Saya mohon seluruh jemaat yang pernah ke lembah karmel ikut mendoakan agar suami saya sembuh dan kami bisa berkumpul kembali untuk menjalankan misi Tuhan dalam penggembalaan-Nya untuk menjaga dan menjalin kerukunan antar umat beragama.Salam gereja.salam Indie Perawan Maria.Horas Gereja Batak semoga NKRI tanpa embel-embel dapat tegak berdiri dengan Herlambang sebagai pengayom dan penegaknya serta Letkol.G.E.Supit sebagai payung negaranya.Puji Tuhan semoga damai Kristus di Bumi Betlehem menyertai kita semua di seluruh jagat raya.Doakan kami semua keluarga H.Salman Djiban,SH,MH yang mendapat musibah sementara kami tahu bahwa janji Kristus akan selalu membela dan memberikan kasihnya kepada seluruh umat yang memberikan damai di Kerajaan Bapa.
25-May-2007 08:08:25 WIB by Hemki liling
Saya hemki, merasa puas dengan peristiwa diatas moga-moga artikelnya selalu sukses. Tolong doanya ya? terima kasih.
20-Apr-2007 10:40:40 WIB by Klara Christin
Sentuhan tangan kasih Tuhan memang selalu terasa di mana pun kita berada tapi berada di Lembah Karmel sentuhan itu terasa LUAR BIASA. Hal itu pun dialami oleh saudara ipar saya yang bukan katolik dan ia menjadi takjub akan iman orang katolik.

 

Nama:
Email:
Security Code: