HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
RAGAM

Membangun Musi Banyuasin



Reporter : Iwan Munandar
Kameraman : Iwan Agung
Tayang: 12 April, 2006, Pukul 12.00 Wib

indosiar.com, Musi Banyuasin - Air merupakan salah satu kebutuhan utama manusia. Tanpa air, kualitas hidup yang layak akan sulit dicapai.Wanita ini adalah Surya, warga Desa Keluang, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Ibu dua anak ini, sedang bersiap untuk memasak.

Istri seorang pengemudi truk ini, tidak perlu bersusah payah untuk mendapatkan air bersih. Sejak setahun lalu, pemerintah daerah setempat telah membangun instalasi pengolahan air bersih di sebelas kecamatan di wilayah Musi Banyuasin.

Namun sebelum fasilitas air bersih tersedia, warga di desa ini dan desa-desa lain di sekitarnya, harus menghabiskan banyak waktu dan tenaga, untuk mendapatkan air bersih.

Menurut seorang warga Desa Keluang bernama Ruslan, air sumur di tempat ini kualitasnya jelek sehingga tidak bisa diminum.

Karena kondisi alamnya yang sulit, untuk mendistribusikan air bersih dari pusat pengolahan air bersih ke rumah-rumah penduduk, juga bukan pekerjaan yang mudah. Dibutuhkan pipa yang panjangnya hingga belasan kilometer.

Karena itulah, biaya pembuatan instalasi air bersih menjadi mahal. Untuk satu unit instalasi pengolahan air bersih, memerlukan biaya investasi hingga delapan milyar rupiah.

Direktur PDAM Musi Banyuasin, HN Anhar Zulkifli, mengungkapkan, untuk meringankan beban warga, tarif air bersih diupayakan terjangkau oleh masyarakat. Untuk setiap meter kubik air bersih, hanya dikenakan biaya sebesar 700 rupiah.

Kebijakan ini merupakan bagian dari program untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di kawasan Musi Banyuasin.

Sebelumnya, daerah ini lebih dikenal sebagai daerah tertinggal. Letak desa yang saling berjauhan dalam wilayah yang luas, menjadi kendala pembangunan di daerah ini.

Padahal kabupaten ini memiliki berbagai potensi sumber daya alam, seperti penambangan batu bara, emas, dan minyak bumi. Belum lagi potensi di sektor perkebunan.

Ribuan hektar perkebunan karet, dan sawit, terdapat di wilayah ini. Sayangnya, selama bertahun-tahun berbagai potensi alam ini tidak tergarap optimal.

Bupati Musi Banyuasin, Alex Noerdin, menyatakan, untuk membangun daerah ini, dirinya melibatkan partisipasi masyarakat.

Di bidang pendidikan, setiap warga diberi kesempatan untuk mendapat pendidikan secara gratis, mulai dari tingkat Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, hingga Sekolah Menengah Atas.

Kebijakan ini berlaku bagi seluruh sekolah negeri maupun sekolah swasta.Demikian juga di bidang kesehatan.

Setiap warga dibebaskan dari biaya kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah. Bagi warga yang meninggal dunia, kepada ahli warisnya diberi uang santunan kematian sebesar 2,5 juta rupiah.

Selain itu, untuk meningkatkan kualitas hidup tukang becak, sebanyak lima puluh tukang becak, di Sekayu, Ibukota Kabupaten Musi Banyu Asin, mendapat bantuan perumahan sederhana.

Menurut seorang tukang becak, bernama Marodi, dirinya bersama puluhan tukang becak lainnya, mendapat kemudahan memiliki rumah tipe 21, dengan uang cicilan sebesar 25 ribu rupiah per bulan selama 10 tahun.

Berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahtaraan warga di Kabupaten Musi Banyu Asin.

Dalam beberapa tahun kedepan, diharapkan tidak ada lagi warga di daerah kaya sumber daya alam ini, yang hidup dengan kondisi seadanya, dan berada di bawah garis kemiskinan. (Sup)

Bookmark and Share


Nama:
Email:
Security Code: