HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | RESPOND ONLINE | INDOSIAR PEDULI | CORPORATE INFO
RAGAM

Mencintai Batik Indonesia



Pesona batik hingga saat ini masih tetap disukai. Dari tahun ke tahun, trend mode pakaian batik terus berganti dan semakin banyak peminatnya. Walau batik identik dengan pakaian khas Jawa, namun kini sudah menjadi pakaian nasional, bahkan dikenal hingga mancanegara.

indosiar.com - Perkembangan mode di Indonesia menunjukkan trend yang semakin menonjolkan citra Indonesia. Salah satunya adalah batik yang terkenal sebagai pakaian khas di Jawa. Bagi sebagian besar bangsa Indonesia, batik dikenal sebagai pakaian resmi untuk menghadiri acara-acara tertentu. Bahkan beberapa instansi baik negeri maupun swasta memilih batik sebagai salah satu seragam kantor. Pendeknya, batik sudah menjadi bagian dari masyarakat Indonesia dan merupakan busana kebanggaan.

Selama ini, pakaian batik dengan lengan panjang atau pendek, menjadi pakaian resmi pria, selain setelan jas. Belakangan, bahan dasar dari batik juga digunakan para perancang mode kelas internasional untuk busana kaum perempuan. Berbagai kreasi batik pun banyak dikembangkan dan dijual kepada konsumen penggemar batik. Ini merupakan upaya agar batik dekat pada semua segmen masyarakat.

Seperti yang dilakukan Butik Batik Allure yang berlokasi di kawasan Kemang Raya No.27 A, Jakarta Selatan. Tanggal 28 Juli 2006 lalu, butik ini baru diresmikan pembukaannya. Butik Batik ini ingin memberikan nuansa baru dalam khasanah perbatikan di Indonesia. Agar warisan bangsa Indonesia ini semakin berkembang dan tetap diminati dari generasi ke generasi. Karena itulah, Butik Allure mencoba mengemas batik yang disesuaikan dengan tuntutan jaman dan selalu tanggap dengan perguliran trend mode yang tengah berlaku. Allure mencoba membumbui batik dengan motif dan warna yang beraroma ketimuran.

Menurut salah seorang pemilik Butik Batik Allure, Anita, Allure pertama kali dibuka di Pasaraya Grande di lantai 4, Jakarta Selatan. Diawal pemunculannya, Allure sudah dipercaya mengikuti beberapa pameran serta kerjasama fashion show untuk menunjukkan seberapa jauh Allure mampu memberikan perbedaan dan keistimewaan diantara sekian butik batik yang sudah ada di tanah air. Dan ternyata sangat mendapat respon yang sangat positif dari berbagai kalangan.

Meskipun Allure masih berusia 8 bulan, namun sudah banyak pelanggan yang datang ke tempat usahanya ini. Karena baju-baju batik yang disediakan ini tidak hanya untuk kaum ibu-ibu saja, tapi juga bagi kaum muda-mudi dan bapak.

Untuk terus mengembangkan usaha butik batiknya ini, Anita berhasil merangkul teman-teman dekatnya untuk turut meramaikan butiknya dengan koleksi masing-masing. Selain itu, Anita juga bekerjasama dengan para pembatik di daerah, misalnya dari, Cirebon, Pekalongan, Jawa Tengah dan para desainer lain. "Saya kasih masukan ke para pengrajin, ini loh batik yang lagi ngetrend, model dan warna yang lagi disukai orang saat ini". ujar Anita.

Ada sekitar 10 pengrajin batik asal Pekalongan dan 5 pengrajin asal Cirebon, yang bekerjasama dengan Anita. "Dengan kerjasama ini, berarti sudah bisa membuka lapangan pekerjaan. Agar bisa bersaing, perajin batik sebaiknya tidak hanya terpaku pada motif batik yang klasik. Usahakan untuk menciptakan motif-motif baru agar konsumen tertarik dan punya pilihan lebih banyak," ungkap Anita.

Hadirnya Allure diharapkan bisa membantu menyemarakkan dunia mode Indonesia sekaligus meningkatkan daya seni dan kreativitas orang. Selain itu, agar orang-orang didalam negeri itu mencintai batik, yang menandakan ciri khas orang Indonesia. Apalagi batik tahan lama, lebih tahan luntur dibandingkan kain cetakan karena melalui proses celup. Proses tersebut membikin kain menyerap warna secara baik, dan warna tidak mudah menjadi pudar.

Anita berjanji Allure akan terus berusaha membangkitkan selera khususnya Indonesia dan juga internasional untuk tetap mencintai batik, mengagumi batik, memakai batik dan membeli batik agar budaya membatik tidak hilang dan terus dilestarikan.(Sup/Idh)

Bookmark and Share