
indosiar.com, Tegal - Sapi biasanya digembalakan ditempat yang ditumbuhi rumput subur, namun tidak demikian halnya dengan sapi-sapi milik seorang warga di Tegal, Jawa Tengah, yang lebih suka digembalakan di tempat pembuangan akhir sampah.
Makanan sehari-harinya pun sampah dan kotor dan penuh kuman, namun anehnya sapi-sapi ini tidak pernah terkena penyakit bahkan badannya gemuk dan produksi susunya melimpah.
Di tempat pembuangan akhir sampah di Kelurahan Muarareja, Kota Tegal, Jawa Tengah ini, setiap hari terlihat sekumpulan sapi-sapi. Sapi-sapi ini memang sengaja digembalakan di tempat kotor dan bau ini oleh pemiliknya. Sapi-sapi mulai dilepas pukul 7 pagi hingga 5 sore.
Si pengembala tak perlu repot dan cukup mengawasi dari jarak jauh. Hewan yang biasa diperah susunya ini dengan sendirinya akan mencari makanan ditumpukkan sampah. Anehnya meski setiap hari memakan sampah yang kotor dan sudah membusuk, namun sapi - sapi ini tidak pernah terkena penyakit.
Justru pertumbuhannya cukup pesat dan badannya gemuk serta produksi susunya melimpah. Menurut si pengembala sapi-sapi ini tidak doyan rumput. Di TPA ini sapi bisa mendapatkan makanan sisa-sisa sayuran segar dari supermarket atau pasar. Tak heran jika pertumbuhan badan sapi-sapinya nampak gemuk dan sehat.
Karena tiap hari digembalakan ditempat sampah, sapi-sapi ini pun tak takut dengan lalu lalang truk sampah. Bahkan jika ada truk sampah yang datang, sapi ini malah mendekat seolah mengerti ada makanan yang baru tiba.
Cara mengembala sapi ditempat yang tidak lazim ini, berawal dari sulitnya mencari lahan pengembalaan, terutama saat musim kemarau. Cara ini mungkin bisa ditiru oleh para peternak sapi didaerah lain untuk menggemukan sapi. (Kuncoro Wijayanto/Dv/Ijs)