
Tim Liputan : Farma Dinata - Kiki Suhartono
indosiar.com - Aeromodelling. Begitulah pesawat model yang dioperasikan dari jarak jauh lewat radio kontrol itu disebut. Walaupun ini bukan terbang betulan, konstruksi mesinnya hampir serumit pesawat sungguhan.
Butuh keahlian khusus loh, untuk mengendalikannya. Ini membuat aeromodelling bukan sekedar hobby, tapi juga sekaligus untuk mengejar prestasi.
Soalnya, aeromodelling sudah diakui baik di dalam negeri maupun dunia internasional, sebagai salah satu cabang olah raga dirgantara.
Di tanah air, hobby aeromodelling mulai berkembang sejak tahun 80-an. Ditandai dengan berdirinya Jakarta Raya Aeromodelling Club (JAC). Para anggota JAC biasanya latihan tiap akhir minggu di Kompleks Dirgantara Halim, Jakarta Timur.
Lapangan ini, kabarnya merupakan lapangan aeromodelling terbaik yang ada di tanah air. Disini juga sudah dilengkapi landasan pacu yang mirip dengan lapangan udara sungguhan.
Ngak heran, kalau para aeromodeller, sebutan bagi para penggemar aeromodelling menjadikan tempat ini bukan sekedar lokasi menyalurkan hobby, tapi juga buat tempat latihan para atlet kejurnas dan bibit-bibit olahragawan aeromodelling binaan JAC.
JAC ini adalah klub aeromodelling pertama di Asia Tenggara. Hanya hingga saat ini, penggemar aeromodelling kelihatannya memang belum banyak. Sebagai gambaran, anggota yang aktif di JAC ini hanya berkisar 90 orang. Mungkin, karena aeromodelling masih dianggap sebagai hobby yang mahal.
Pengertian aeromodelling sendiri sebenarnya cukup luas. Tapi yang umum dimainkan para aeromodeller adalah jenis pesawat dan helikopter bermesin 2 tak, berbahan bakar methanol.
Ada banyak macam ukuran dan bentuk tergantung kelasnya. Mulai kelas pemula hingga profesional, yang dirancang khusus untuk kejuaraan.(Ijs)