
indosiar.com, Banten - Desa Suryabahari, Paku Haji, terletak di Tangerang, Banten. Penduduk desa ini sangat bergantung kepada hasil laut. Sebagian warga laki-laki bekerja sebagai nelayan, mencari ikan di laut. Sedangkan kaum perempuan bekerja mengolah ikan menjadi ikan asin.
Suasana sehari-hari di desa ini sangat kental sebagai desa nelayan. Hamparan ikan asin yang dijemur dapat ditemukan di hampir semua sudut desa.
Namun hari ini, para nelayan tidak melaut. Begitu juga, kaum perempuan tidak bekerja membersihkan ikan. Seluruh warga desa bersiap mengikuti ritual tahunan sedekah laut. Perahu-perahu telah dihias dengan kertas warna-warni. Makanan dan minuman perbekalanpun telah diikatkan di perahu.
Miniatur perahu juga telah disiapkan. Di dalamnya berisi sesaji yang terdiri dari kepala kerbau dan makanan, yang akan dilarung ke laut. Menurut Sarma, seorang nelayan, larung sesaji dilakukan sebagai wujud rasa syukur atas rezeki yang didapat nelayan dari laut.
Larung sesaji dimulai. Ratusan perahu nelayan turun laut. Suasanapun menjadi ramai. Suara teriakan nelayan berbaur dengan deburan ombak.
Setelah berada di lautan selama satu setengah jam, sesaji di larung ke laut, dengan membakar dupa dan kemenyan.
Setelah sesaji dilarung, suasana bertambah meriah. Para nelayan saling berebut sesaji di dalam miniatur perahu.
Prosesi selesai dilakukan tanpa ada hambatan. Para nelayan puas dan suasana gembira terpancar di wajah mereka. Sebelum kembali ke darat, para nelayan ini mampir sejenak ke Pulau Bokor untuk melepas lelah.
Pulau ini biasanya menjadi tempat berlindung para nelayan dari angin dan gelombang besar ketika sedang mencari ikan di laut.
Menurut Sukma Jaya, penyelenggara pesta nelayan, pesta ini dilakukan sebagai apresiasi para nelayan atas rezeki yang mereka peroleh selama setahun mencari nafkah di laut.
Prosesi melarung sesaji telah selesai dilakukan. Para nelayan kembali ke darat dengan penuh harapan, hasil tangkapan ikan mereka esok akan lebih melimpah dari hari kemarin.
Tahun depan mereka akan melaksanakan prosesi yang sama, sebagai wujud rasa syukur atas karunia yang telah mereka peroleh dari lautan. (Sup)