
Bagi warga Solo, nasi tiga serangkai ini bisa dikatakan sebagai menu wajib. Bahkan mereka yang hidup jauh di perantauan, jika pulang ke Solo pasti akan mencicipi ketiga menu tradisional ini.
Rasanya yang khas dengan nuansa tradisional, membuat mereka yang pernah mencicipi ketiga menu ini ketagihan.
Disebut pecel ndeso karena sambal yang digunakan bukan dari kacang, melainkan wijen. Sedangkan nasinya berupa nasi merah dan sayurannya berupa tempo dulu seperti jantung pisang, kembang turi, bunga lembayung dan petai Cina.
Sementara cabuk rambak berupa lontong ketupat. Rambak atau karak serta bumbu sambal wijen putih. Nasi liwet sendiri terdiri dari sambal goreng labu, suwiran ayam dengan kuah sari santan yang khas. Biasanya menu ini dilengkapi dengan kepala ayam atau jeroan sebagai lauk.
Ketiga menu unik ini gampang ditemukan di warung kaki lima lesehan di sekitar Stadion Manahan. Menurut pemilik warung, Temu, selain rasanya yang khas banyak pelanggan yang mengaku ketiga menu ini juga berkhasiat menyembuhkan maag.
Jika Anda datang pada hari Minggu, maka Anda harus antri karena pelanggan nasi tiga serangkai ini berjubel. Dengan harga per porsi Rp 3500, ketiga menu khas Solo ini memang cukup murah.
Para penikmat tidak hanya datang dari Kota Solo tapi juga dari luarkota seperti Semarang, Yogyakarta, Surabaya dan Jakarta. Ketiga menu ini juga menjadi kegemaran warga Kota Solo yang saat ini tinggal diluar Kota Solo.(Ganuk Nugroho Adi/Ijs)