HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | RESPOND ONLINE | INDOSIAR PEDULI | CORPORATE INFO
RAGAM

Merawat Lansia Butuh Kesabaran



Berita HOT:

Sebuah lorong yang berkelok-kelok dan selalu becek jika musim hujan, harus dilalui untuk menuju sebuah rumah di kawasan Jalan RE. Marthadinata No. 37 Rt 03 Rw 04, Cipayung, Ciputat, Jakarta Selatan. Rumah yang berbentuk bangunan tua tersebut, merupakan tempat tinggal bagi orang tua yang sudah lanjut usia (lansia) atau jompo.

Panti jompo tersebut bernaung dibawah Yayasan Amal Wanita Jakarta. Selain itu juga, terdapat Panti Asuhan Amal Wanita Pondok Pinang. Yayasan Amal Wanita ini, didirikan pada tahun 1965, tanggal 27 Mei, oleh seorang wanita asal Padang, Sumatera Barat, Hajjah Raimah Raib. Yayasan tersebut kini dikelola oleh putrinya, yaitu Hajjah Hilwiah SH.

Hajjah Hilwiah SH atau biasa dipanggil Upik, ibu tiga anak ini adalah penerus dari Yayasan Amal Wanita Jakarta. Ibunda Upik, almarhum Hajjah Raimah Raib, merupakan teman dekat Ibu Rahmi Hatta, istri dari tokoh proklamator Indonesia dan mantan Wakil Presiden Indonesia, almarhum Muhammad Hatta.

Menurut wanita cantik berkerudung ini, yang tinggal di panti jompo tersebut hanya sekitar 4 orang. Mereka para lansia yang tidak memiliki keluarga dan tidak punya tempat tinggal. "Namun meski hanya 4 orang yang tinggal di panti, Yayasan Amal Wanita menyantuni sekitar 70 orang lanjut usia di kawasan Cipayung, Jakarta Selatan. Hal ini dikarenakan, keluarga para lansia tersebut tidak mampu, bahkan untuk menghidupi keluarga mereka sendiri," jelas Ibu Upik.

Bagi sebagian lansia yang masih memiliki sanak saudara, mereka dirawat di rumah masing-masing. Dari pihak Panti Amal Wanita memberikan santunan berupa sadang, pangan, tempat tidur dan kesehatan serta penyuluhan kesehatan.

Ketika ditanya mengenai dana dan keperluan untuk panti jompo, Ny Hilwiah mengatakan ada bantuan dari Pemda DKI Jakarta, Yayasan Dharmais serta Departemen Sosial. Yakni untuk satu orang dijatah 7500 rupiah untuk satu hari.

"Namun sejak krisis terjadi, bantuan tersebut tidak lagi mencukupi keperluan dan terkadang terlambat. Sehingga jatah untuk para orang jompo pun terpaksa dikurangi", keluh Ibu Upik.

Hilwiah mengatakan, saat ini pemerintah berupaya untuk membantu lansia yang telantar melalui berbagai program. Bagi mereka yang masih potensial diberikan modal usaha, misalnya untuk beternak atau berdagang, seperti berjualan nasi uduk atau makanan ringan.

Merawat orang jompo itu bukan hal yang "mudah", jelas Hajjah, Hilwiah SH, yang selain sibuk mengurus panti jompo dan panti asuhan, juga bekerja di Rumah Sakit Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto bagian apotik rawat jalan. "Merawat para lansia, butuh kesabaran ekstra, karena makin tua mereka, makin kembali ke sifat kekanakan. Di Panti Amal Wanita ini, ada 7 orang yang merawat para jompo. Yang kesemuanya mengontrol dari makanan, kesehatan dan penyuluhan", papar Ibu Upik.

Menurut Hilwiah bahwa saat orang tua kita menapak pada fase lanjut usia, sebaiknya mereka berada dekat dengan anak-anaknya. Dan sudah menjadi kewajiban kita, anak-anaknya untuk memelihara dan memperhatikan mereka. Seperti mereka juga memperhatikan kita selagi masih kecil.

Salah seorang penghuni panti jompo mengaku, sangat bersyukur ada panti yang menampung mereka sekarang. Umumnya mereka tidak tahu harus tinggal di mana bila tidak ada tempat yang menampung mereka.

Diakhir perbincangan dengan indosiar.com, Ny Hilwiah memohon kepada semua pihak untuk memerhatikan para orang jompo. ”Kami tidak menuntut banyak, tapi tolong perhatikan mereka. Kalau yang punya dana, sisihkanlah untuk para lansia ini,” harapnya.(Suprihatin/Idh)

Bookmark and Share