HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | RESPOND ONLINE | INDOSIAR PEDULI | CORPORATE INFO
RAGAM

Merdunya Suara Burung Berkicau



Merdunya Suara Burung Berkicau

Baca Juga:


Tags:

burung

Berita HOT:

Reporter: Eliza Amanda - Ahmad Baihaqi
Juru Kamera : Herman Worotikan
Tayang, Rabu, 12 Juli 2006, Pukul 12.00 WIB

indosiar.com, Jakarta - Beginilah suasana lomba burung berkicau yang dilaksanakan di Taman Monas Jakarta beberapa waktu lalu. Tidak kurang 8 jenis burung berkicau mengikuti lomba ini, diantaranya cucak rowo, cucak ijo, murai batu, anis merah, anis kembang, kenari, love bird, kacer dan tledekan.

Lomba ini diikuti 5000 peserta yang datang dari seluruh Indonesia. Salah seorang pesertanya adalah Ibnu Muklis. Seorang wirawastawan yang tinggal di kawasan Parung Serab, Cileduk, Tangerang, Banten.

Ibnu sangat serius mempersiapkan burung-burung peliharaannya untuk mengikuti lomba. Burung andalannya adalah burung anis merah, anis kembang dan murai batu.Mempersiapkan burung untuk lomba tidaklah mudah. Burung dipelihara sejak masih bahan, dilatih dan dirawat dengan baik.

Pemeliharanya juga harus telaten dan penuh kesabaran. Menurut Ibnu, burung berkicau pagi-pagi sekali harus dinaikkan ke tiang agar mendapatkan embun pagi. Setelah itu dimandikan dan dijemur. Pada sore hari, burung berkicau kembali dimandikan lalu dianginkan.

Selain perawatan, yang perlu diperhatikan juga adalah penyediaan makanan. Untuk burung anis merah, anis kembang dan murai batu diberi makanan pur, kroto, cacing dan jangkrik. Setiap hari Ibnu menghabiskan uang hingga 50 ribu rupiah, untuk makanan sekitar 70 burung berkicau peliharaannya.

Ibnu memang telaten memelihara burung-burung berkicaunya. Bahkan dia tidak segan-segan memberi makanan sendiri kepada burung-burung kesayangannya.

Memelihara burung juga harus memperhatikan cuaca. Bila cuaca panas maka diberi makanan ekstra berupa buah-buahan.Yang paling bagus adalah apel merah, pepaya dan juga pisang kepok.

Tapi bila cuaca dingin, diberi makanan ekstra berupa ulet hongkong dan kelabang. Saat akan mengikuti kontes, burung juga diberi makanan tambahan vitamin agar tetap fit.

Pemelihara burung berkicau harus tahu kondisi burungnya, sedang fit atau tidak. Burung yang sedang dalam kondisi kurang fit, kotorannya basah. Sedangkan bila sedang sakit, burung biasanya mengalami mencret.

Ketelatenan Ibnu memelihara burung berkicau telah mendatangkan banyak penghargaan. Sejak dia menekuni hobi ini 5 tahun lalu, telah ratusan penghargaan diperolehny.

Burung peliharaannya yang menang kontes juga bernilai tinggi, bahkan ada yang berani membelinya seharga 250 juta rupiah.Kini Ibnu dan burung-burungnya telah siap mengikuti lombaa. Burung-burung andalannya dimasukkan kedalam mobil, siap menuju Monas.

Sebelum lomba dimulai, sangkar burung berkicau ditutup dengan kain. Ini dilakukan untuk mencegah agar burung-burung ini tidak beradu kemerduan suara sebelum lomba dimulai. Sehingga saat lomba, suaranya benar-benar merdu dan bertenaga.

Keindahan suara burung berkicau dinilai dari irama lagu, volume dan intonasinya. Yang suaranya paling merdu dan menonjol akan keluar sebagai juara. (Sup)

Bookmark and Share