
indosiar.com, Depok - Inilah Mesjid Dian Al Mahri, yang terletak di Jalan Raya Meruyung, Kecamatan Limo, Depok, Jawa Barat. Mesjid ini terlihat begitu megah. Kubahnya di lapisi emas 24 karat, dengan arsitektur mirip mesjid terkenal di Timur Tengah.
Keindahan mesjid ini juga terlihat di bagian dalam. Interior mesjid dihiasi pilar - pilar kokoh. Sedangkan di bagian dalam kubah tergantung lampu kristal, dengan lukisan langit yang dapat berubah warna, sesuai warna langit pada 5 waktu shalat.
Kemegahan Mesjid Dian Al Mahri sudah terlihat sejak memasuki pintu gerbang. Ini merupakan replika dari pintu gerbang Mesjidil Aqsa. Begitu masuk ke halaman mesjid. Halaman luas terbentang dengan pilar - pilar berbalut batu granit.
Mesjid ini memiliki luas bangunan 8000 meter persegi. Di tengah - tengahnya terdapat sebuah kubah besar yang dilapisi emas 24 karat.
Selain itu juga terdapat 4 kubah kecil yang juga dilapisi emas 24 karat. Satu kubah besar, dan 4 kubah kecil ini merupakan simbol dari Rukun Islam yang ada 5.
Warga sekitar menyebut mesjid ini sebagai mesjid kubah emas. Sejak diresmikan bulan Desember tahun 2006 lalu, mesjid ini diberi nama Dian Al Mahri, yang diambil dari nama pemiliknya, yakni Ibu Dian Juriah M. Alrasjid.
Di sisi halaman dalam mesjid, terdapat enam menara setinggi 40 meter berbentuk segi enam. Masing - masing terdiri dari enam tingkat, yang melambangkan Rukun Iman yang ada 6, kubah pada menara - menara ini juga dilapisi emas.
Memasuki bagian dalam mesjid, suasana kemegahan semakin terasa. Pilar - pilar berdiri kokoh menciptakan suasana yang agung.
Ruangan ini didominasi oleh warna monokrom, dengan unsur utama warna krem, sehingga menciptakan suasana ruangan yang tenang dan hangat.
Tulisan kaligrafi menghiasi dinding bagian atas ruangan, yang terbuat dari marmer hitam. Pada langit - langit kubah terdapat lukisan langit, yang warnanya dapat berubah sesuai dengan warna langit, pada waktu - waktu shalat. Perubahan warna ini dilakukan dengan teknologi tata cahaya yang diprogram dengan computer.
Pada puncak langit - langit kubah terdapat ornamen kaligrafi berupa shalawat, yang terbuat dari lempengan kuningan berlapis emas.
Di tengah kubah tergantung lampu kristal, yang serupa dengan lampu kristal yang tergantung di Mesjid Sultan Oman Brunai Darussalam. Kerangkanya terbuat dari kuningan yang berlapis emas 24 karat.
Mesjid Dian Al Mahri dapat menampung 15 ribu jamaah. 5 ribu jamaah di bagian dalam mesjid, sedangkan 10 ribu jamaah di halaman dalam mesjid.
Hampir seluruh bangunan mesjid ini, menggunakan material dari batu marmer dan granit. Menurut Yudi Camaro, pengelola Mesjid Dian Al Mahri, seluruh material didatangkan dari Italy, Turki, India, dan Brazil.
Mesjid Dian Al Mahri, dibuka setiap hari, mulai dari pukul 4 pagi hingga 6 sore, kemudian ditutup untuk dibersihkan, dan dibuka kembali pukul 10 pagi hingga 8 malam. Seluruh karyawan yang merawat mesjid berserta bangunan lainnya berjumlah 350 orang.
Meskipun tampak megah dan ditaburi kemewahan, mesjid ini tetap tidak meninggalkan fungsi utamanya, yakni sebagai tempat ibadah umat Islam. (Helmi Azahari/Dv/Sup)