HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | RESPOND ONLINE | INDOSIAR PEDULI | CORPORATE INFO
RAGAM

Mobil Dinas Presiden RI Pertama



Mobil Dinas Presiden RI Pertama

Baca Juga:


Tags:

proklamasi

Berita HOT:

Reporter: Ahmad Baehaqi
Juru Kamera: Joni Suryadi
Tayang: Rabu, 16 Agustus 2006, Pukul 12.00 WIB

indosiar.com, Jakarta - Mobil antik ini disimpan di Museum Joang 45, Menteng 31, Jakarta Pusat. Mobil ini diabadikan karena merupakan bagian dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

Mobil-mobil ini merupakan kendaraan dinas Presiden RI Pertama Soekarno, dan Wakil Presiden Muhammad Hatta. Umurnya sudah 67 tahun.

Menurut Iwan Satyanegara, Pemerhati Sejarah RI, mobil jenis Buick Eight ini merupakan kendaraan dinas Presiden RI Pertama Soekarno. Mobil bermesin 8 silinder, 5 ribu CC ini ditemukan tahun 1945 di belakang Kantor Departemen Perhubungan Jepang, oleh Sudiro, Ketua Barisan Banteng.

Karena tahu mobil ini bukan mobil sembarangan, Sudiro lalu membujuk sang sopir agar menyerahkan mobil ini dengan imbalan uang dua ratus golden.

Sang sopir kemudian memenuhi permintaan itu, dan mengambil uang imbalan tersebut sebagai bekal pulang ke kampung halamannya di Kebumen, Jawa Tengah.Sudiro lalu mempersembahkan mobil ini kepada Soekarno sebagai mobil dinas Kepresidenan.

Mobil Dinas Presiden Soekarno lainnya adalah jenis Chryshkler Crown Imperial. Mobil ini terkenal dengan peristiwa Cikini, 30 November 1957.

Saat itu Sukarno melintas dengan mobil ini di kawasan Cikini, Menteng Jakarta Pusat, usai memberikan ceramah tentang Nasakom. Sebuah granat kemudian meledak disamping kiri mobil.

Untungnya mobil ini berplat baja, sehingga hanya penyok di bagian tengah pintu sebelah kiri, dan kaca belakang yang rusak. Sementara Presiden Soekarno sendiri selamat dalam insiden ini. Hanya pengawalnya yang luka-luka.

Tempat ini juga menjadi tempat penyimpanan kendaraan dinas Wakil Presiden RI Pertama, Muhammad Hatta. Mobil jenis De Sotto Cabriolet buatan Amerika Serikat ini, merupakan hadiah dari seorang pengusaha bernama Djohan Djohor.

Mobil dengan plat nomer REP 2 ini selalu menemani kemana pun Bung Hatta pergi. Bahkan saat pusat pemerintahan RI pindah ke Jogyakarta, mobil ini ikut dibawa ke Jogya hingga pusat pemerintahan kembali pindah ke Jakarta.

Plat nomer mobil ini pernah diubah Bung Hatta dari REP 2 menjadi REP tujuh belas depalan empat lima, yang merupakan plat nomor kebanggaannya.

Menurut Tokoh Nasional, Des Alwi Abu Bakar, meskipun memiliki nilai sejarah yang tinggi, kendaraan dinas Bung Hatta ini pernah menjadi barang rongsokan. Bahkan pemiliknya sempat membelah mobil ini menjadi dua, untuk dijadikan angkutan umum sejenis oplet, di daerah Karawang, Jawa Barat.

Namun pada tahun 1975 pemerintah memperbaiki mobil ini hingga bentuknya kembali seperti sediakala.

Mobil dinas Kepresidenan ini merupakan peninggalan bersejarah masa awal kemerdekaan. Mobil-mobil ini menjadi saksi bisu perjalanan bangsa Indonesia yang tidak boleh dilupakan. (Sup)

Bookmark and Share