
indosiar.com, Bondowoso - Jika di Bali makanan plecing terdiri dari sajian nasi, tumis dan suwar-suwir daging goreng, di Bondowoso, Jawa Timur, ada menu nasi bakar bumbu plecing. Menu yang satu ini, nasi dan bumbunya dikemas daun pisang lalu dibakar. Berlauk suwar-suwir ikan asin goreng, selain gurih nasi bakar bumbu plecing juga menyebarkan aroma khas daun pisang dan daun kemangi.
Nasi bakar bumbu plecing bisa ditemukan di warung Ita, timur alun-alun Kota Bondowoso, Jawa Timur. Delapan orang tiap hari bekerja di dapur mulai menyiapkan bumbu, nasi hingga ragam lauk pauk untuk memasak menu ini. Bumbu mentah dari bawang putih cincang, sereh, laos iris, cabe rawit, daun kemangi dan daun salam. Sedang bumbu matang terdiri dari bawang merah goreng dan ikan asin suwar-suwir goreng.
Setelah bumbu mentah digoreng setengah masak dicampur nasi, lalu bumbu matang, gula dan penyedap rasa diaduk merata. Jika matang, nasi bumbu ini kemudian dikemas daun pisang. Bagian tengah nasi bumbu diberi suwar-suwir ikan asin, selanjutnya dibakar sekitar 10 menit lamanya atau daun pisang kemasan layu, tanda bumbu masakan meresap. Nasi bakar bumbu plecing siap dihidangkan.
Berbeda dengan nasi plecing di Bali yang berlaukkan suwar-suwir daging, menu yang satu ini nikmat disantap dengan cumi goreng, tum ikan dan lalapan. Selain gurih, rasa khas nasi bakar bumbu plecing terletak pada paduan aroma daun pisang dan daun kemangi.
Hariyanti, pemilik warung plecing di Bondowoso mengaku menu ini memang berusaha memadukan makanan khas Bali dan Jawa. Alasannya, karena masakannya dijual di Jawa agar mudah dikenal pembeli. Konsep yang ditawarkan pun masakan Bali, yaitu plecing. Dengan bumbu dominan pedas manis, hasilnya cukup disukai warga setempat.
Selain nasi bakar bumbu plecing juga terdapat menu nasi kuning plecing, yang juga paduan Jawa - Bali. Harganya pun per porsi relatif murah, nasi bakar bumbu plecing 5 ribu rupiah dan nasi kuning plecing harganya 8 ribu rupiah. (Nur Salim/Dv/Ijs)