HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
RAGAM

Nasib Malang Anak-anakku



 

Tim Peliput : Asep Syaifullah
Juru Kamera : Kiki Suhartono
Produser : Widayat S Noeswa
Tayang : Jumat, 09 Januari 2009, Pukul 12.30 WIB

indosiar.com - Aku, Siti Masyunah, seorang ibu rumah tangga dan suamiku, Didin Saefudin, bekerja sebagai sopir angkutan umum di Kota Bogor, Jawa Barat. Dari perkawinanku dengan Didin, kami dikarunia 6 orang anak. Namun Tuhan berkehendak lain, 4 diantaranya ternyata tidak berusia panjang. Mereka meninggal karena terserang penyakit.

Dan inilah Deni. Anakku yang kelima, usianya sudah 6 tahun. Sejak kecil, pertumbuhan Deni kurang normal. Kedua kakinya kecil dan tidak bisa duduk. Sehari-hari, anakku hanya tiduran dan dipangku.

Seharusnya anak seusia Deni sudah menginjak bangku sekolah. Namun karena kondisinya, Deni terpaksa hanya bisa bermain dirumah.

Deni memang lahir prematur. Sejak usia 9 bulan, ia sering kejang-kejang. Aku berusaha membawanya ke dokter. Setelah diperiksa, ternyata Deni menderita penyakit radang otak.

Kadang aku sedih melihat keadaan anakku. Kadang aku bertanya, Ya Tuhan dosa apa yang telah aku perbuat ? Sehingga anak yang aku lahirkan semua terserang penyakit?!

Deni sering menangis dan ketakutan, jika melihat orang yang tidak dikenal. Aku tidak tahu mengapa. Tapi mungkin karena ia sering dibawa ke rumah sakit, sehingga ia trauma.

Hingga kini, mungkin sudah 150 kali anakku menjalani pemeriksaan dan terapi. Tapi kondisinya juga belum banyak berubah. Tapi aku masih bisa bersyukur karena biaya untuk berobat anakku, mendapat bantuan dari kelurahan. 

Penghasilan suamiku sebagai supir angkot, memang tidak besar. Paling hanya sepuluh sampai 15 ribu sehari. Padahal untuk sewa rumah saja, Rp 250 ribu per bulan. Jadi bisa dibayangkan bagaimana kehidupan kami. Apalagi untuk biaya pengobatan Deni.

Aku sadar, ini semua merupakan cobaan dari Tuhan. Aku tetap berusaha tabah dan selalu berdoa, semoga Tuhan memberi kesehatan bagi keluargaku.(Ijs)

 

 

Bookmark and Share


Nama:
Email:
Security Code: