HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
RAGAM

Nasib Suram Penangkar Perkutut



Reporter: Joni Suryadi
Juru Kamera: Joni Suryadi
Lokasi: Bogor & Jakarta
On air: 21 Maret 2007, Pukul 12.00 WIB

indosiar.com, - Burung-burung perkutut ini berdesakan dalam satu kandang sempit yang hampir tidak terurus. Semestinya, dalam satu kandang hanya diisi sepasang burung perkutut saja. Namun ini tidak, lihat saja, burung perkutut ini harus berebut tempat untuk mengerami telur-telurnya.

Barangkali bagi sebagian peternak, menempatkan perkutut dalam satu kandang menguntungkan, karena biayanya lebih murah.

Namun lain bagi penangkar burung perkutut. Kandang yang berdesaan seperti ini justru menimbulkan masalah. Burung hasil penangkaran tidak laku di pasaran. Masa suram peternak perkutut nampak nyata di depan mata. Beberapa bahkan sudah membongkar tempat penangkarannya.

Penggemar perkututpun membiarkan sangkar burungnya tergantung tanpa penghuni. Ini adalah penangkaran perkutut milik Haji Sanen, di Desa Bojong Kulur, Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat. Sejak wabah flu burung memukul peternak unggas di Indonesia, burung-burung perkutut hasil penangkarannya tidak terjual.

Haji Sanen tidak tahu harus berbuat apa dengan 400 ekor burung perkututnya. Beralih ke usaha lain juga tidak mungkin.

Sebelum wabah flu burung menyerang, kisah sukses penangkar perkutut kerapkali merdu terdengar, semerdu suara burung perkutut.

Kontes merdunya suara burung perkutut selalu dipenuhi peserta, dan menghasilkan perkutut juara. Seekor burung perkutut juara kontes bahkan bisa berharga hingga dua miliar rupiah.

Kini kisah sukses itu sudah berlalu. Tidak jauh berbeda dengan nasib Haji Sanen di Bogor, Haryanto memiliki kisah lain sebagai penangkar perkutut.

Hasil penangkarannya kerap menghasilkan burung perkutut juara. Dia mendatangkan indukan perkututnya langsung dari Bangkok, Thailand. Dia juga menjadi pemandu bagi pemula yang ingin belajar memelihara burung perkutut. Tempat penangkarannya di Kranggan, Cibubur, dulu selalu ramai dikunjungi pecinta perkutut.

Pada masa jayanya, sepasang anak burung perkutut atau piyik dapat berharga 150 juta rupiah. Bahkan untuk sekedar memiliki telur juara, pecinta burung perkutut harus inden dan merogoh kantong cukup dalam.

Perkutut adalah burung yang tahan panas. Burung ini tahan terhadap sengatan sinar matahari berjam-jam dalam sangkar yang digantung seperti ini.

Burung perkutut pada zaman dahulu merupakan peliharaan para raja Jawa. Burung ini ditempatkan di dalam sangkar khusus yang tidak pernah berubah sejak dahulu. Kini virus H5N1 pembawa maut bagi unggas menghapus kemegahan itu.

Bahkan para pecinta burung perkutut harus berlapang dada menerima keputusan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Nomor 15 tahun 2007, yang mengatur tata cara kepemilikan unggas.

Meski penangkaran burung perkutut kini sedang menghadapi masa suram, namun Haryanto dan Haji Sanen tetap yakin, selama suaranya masih merdu, burung perkutut tetap akan disukai orang. Walaupun tidak ada yang dapat memastikan waktunya kapan. (Helmi Azahari/Sup)


Bookmark and Share


Page: 1 2 3
26-Mar-2012 13:12:48 WIB by bambang
saya ingin pelihara perkutut yg mantab, kira2 dg keterbatasan dana bisa ga dikasih harga murah ? hehe...... soalnya saya skrg merantau di Bali. Trimakasih.
4-Feb-2012 15:10:00 WIB by sindri
iya.. semua hasil berita iin emang keren gak ada yang duain
15-Jan-2012 10:09:56 WIB by muhamad abdul syukur
kita harus bersabar smua tujuan pasti ada rintangannya,yang penting kita harus p jaga semangat untuk melestarikan perkutut yang sama kita cintai.pak saya mau belajar kepada bapak untuk ternak perkutut juara.tolong mohon dipandu terimakasih banyak.salam kenal dari saya m.abdul syukur - mnc
17-Dec-2011 09:20:07 WIB by JUSRI AMRIN
BAGAIMANA CARA MENGIRIM BURUNG KE PEKANBARU ...LEWAT UDARA ATAU DARAT YAA?
4-Sep-2011 20:58:42 WIB by kang danar
salam kung
Pemula,pemilik 12 perkutut lokal, ingin menjalin silaturahmi sesama kung mania. Kang danar / fb:arriev88@yahoo.co.id
Salam kung
4-Sep-2011 20:42:35 WIB by kang danar
salam kung/kang danar/cilacap
19-Sep-2010 13:45:40 WIB by Anom
Saya Anom, Bali, sangat suka dengan burung perkutut dan sudah mulai belajar menangkar sejak 3tahun lalu
Tapi belum paham betul kualitas burung yang bagus dan bagaimana cara membedakan jenis kelamin piyikannya
Mohon saran dan petunjuk bisa dikirim ke email saya
Terima kasih
16-Sep-2010 13:22:15 WIB by adhi nurdiansyah
sy senang sekali dgn perkutut tetapi tdk tahu suara perkutut yg bagus seperti gmn,peternakan perkutut di jakarta selatan ada dmn?
20-Aug-2010 14:06:20 WIB by andri
saya sekedar hoby pd burung perkutut dan sekigus suka dengan suaranya kalau lg manggung,cuma sampai sekarang saya belum mendapatkan suara yang benar2 bagus.terkadang suara awal ada,tengah ada tp suara ujungnya tidak ada,nah..Apakah hal yang demikian masih layak untuk ikut kontes?mengingat yg saya ketahui unsur2 penilaian sangatlah selektip sekali.terima kasih semoga para penangkar terus berupayadan tetap eksis sehinga akan menghasilkan penerus2 dan kualitas suara diatas rata2.mohon kirim ke email saya trims
11-Aug-2010 13:14:42 WIB by yana triyana
Saya suka sama suara burng perkutut, tapi baru kali ini saya memiliki dan ingin belajar memelihara burung tersebut

 

Nama:
Email:
Security Code: