
indosiar.com, Jakarta - Komunitas Pasar Malam kembali menggelar hajatan "Reboan" di Warung Apresiasi (Wapres), Bulungan, Blok M, Jakarta, Rabu, 27 Mei 2009 lalu. Hajatan sastra kali ini menampilkan Komunitas Mata Pena dari Yogyakarta, Komunitas Begalor dari Pulau Belitong, bedah buku dan pertunjukan musik.
Adapun tema Reboan kali ini adalah Obituaria (catatan tentang seseorang yang telah mati). Namun, yang ditampilkan di Reboan kali ini justru menghidupkan kembali hal-hal yang telah lama, yang telah menjadi luka. Dengan mengenal luka, kita akan semakin mengenal diri sendiri.
Dalam acara itu, Komunitas Mata Pena Yogyakarta menyajikan pertunjukan yang sangat menarik yaitu Dramatic Reading, diolag antar dua orang sambil membacakan naskah cerita seputar kehidupan santri, yang berjudul Di Bilik Santri.
Tak mau kalah, Komunitas Begalor dari Pulau Belitung, komunitas pecinta sejarah lokal ini membawakan puisi bertema dengan judul Aik Berutak. Puisi ini bercerita tentang latar belakang sejarah perselisihan putra makota yang berebut kekuasaan di Pulau Belitung sehingga salah satu harus menyingkir ke Palembang membuat kekuasaan baru. Pesan yang disampaikan adalah memberikan pandangan pada masyarakat, menumbuhkan terhadapat nilai-nilai kearifan lokal berupa cerita sejarah lokal yang harus dilestarikan.
Sementara bedah novel Layla Majnun, bedah buku puisi pinangan orang ladang karya Esha Tegar Putera serta pertunjukan musik T-Koes Band personals yang terdiri dari anak-anak ini membawakan lagu-lagu koes plus turut memeriahkan acara Sastra Reboan.(Arizal Yudhie/Ijs)