
indosiar.com, Kuningan - Peringatkan Hari Kemerdekaan di Kuningan, Jawa Barat Minggu (9/8/09) kemarin, digelar dengan pacuan kuda tradisional. Berbeda dengan pacuan kuda profesional, lomba balap kuda ini mengacu pada peraturan sederhana yang digunakan sejak jaman kerajaan dahulu. Tak hanya itu, joki penunggang kuda juga bukan atlet, namun para kusir yang sehari - hari bekerja menarik dokar.
Beginilah aksi joki saat memacu kudanya di sirkuit Kuningan, Jawa Barat dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke 64. Para joki ini bukanlah atlet profesional, sebagian besar mereka adalah kusir yang sehari - hari mencari nafkah menarik dokar.
Sebagai kota kuda, Kuningan memang memiliki armada dokar lebih banyak dari kota lainnya. Namun karena bukan atlet yang terlatih, tak jarang joki pemula ini terjatuh saat kudanya melaju dilintasan. Beberapa joki terpaksa diangkut karena pingsan setelah terjungkal dari atas kuda.
Latihan balapan juga diramaikan dengan kuda - kuda yang lepas tanpa joki. Panitia sempat kerepotan menangkap kuda yang lepas kendali. Berbeda dengan pacuan kuda profesional, peraturan dan perlengkapan yang digunakan pun sangatlah sederhana.
Kuda - kuda pacuan ini tak berpelana sehingga membuat joki mudah terjatuh. Para peserta pun hanya berpacu dilintasan sepanjang 500 meter sebanyak 2 kali. Bagi para kusir dokar menjadi joki dipacuan kuda memang memerlukan keterampilan tersendiri, meski sehari - hari telah akrab dengan kuda.
Menurut Bupati Kuningan Aang Hamid Suganda, pacuan kuda tradisional ini merupakan olahraga yang berkembang di Kuningan sejak jaman kerajaan, namun ajang ini juga diproyeksikan untuk mencari bibit joki yang akan dijadikan atlet.
Sementara diakhir lomba masyarakat dihibur dengan atraksi kuda renggong, kuda yang sudah terlatih ini bisa menari dan bermain pencak silat bersama manusia. (Masyuri Wahid/Dv/Sup).