
Beginilah aksi para joki saat memacu kuda mereka di Sirkuit Nini Kuningan, Jawa Barat dalam rangka peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 62. Mereka bukanlah atlet profesional, melainkan para kusir yang sehari - hari bekerja sebagai penarik dokar.
Sebagai kota kuda, Kuningan memang memiliki armada dokar lebih banyak dari kota lainnya.
Seorang joki bahkan terpaksa diangkut karena pingsan setelah terjatuh diatas kuda. Akibatnya kuda yang kemudian berlari tanpa joki, sempat menyulitkan panitia saat hendak ditangkap.
Bahkan beberapa joki tak mampu mengendalikan kudanya, hingga menabrak penonton. Meski relatif akrab dengan kuda, tapi bagi para kusir dokar ini menjadi joki di pacuan kuda tetap perlu ketrampilan tersendiri.
"Senang bisa ikut di lomba pacuan kuda ini, meski sulit tapi saya tetap bisa mengendalikan kuda" ujar Salim seorang joki/kusir dokar.
Berbeda dengan pacuan kuda profesional, peraturan dan perlengkapan yang digunakan kali ini pun sangat sederhana.
Kuda - kuda pacuan ini tetap berpelana, tak heran para joki muda terjatuh. Selain itu peserta hanya berpacu dilintasan sepanjang 500 meter sebanyak 2 kali. (Masyuri Wahid/Dv).