
indosiar.com, - Beginilah suasana di pantai di Bali. Bila ombak sedang bagus, para wisatawan memanfaatkannya untuk surfing atau berselancar. Bali memang memiliki pantai yang cocok untuk berselancar. Salah satu tempat favorit wisatawan berselancar adalah di Pantai Kuta.
Para peselancar disini berlomba menaklukkan ombak. Banyaknya wisatawan yang datang untuk berselancar ke Pantai Kuta menjadi rezeki tersendiri bagi anak pantai. Ini merupakan sebutan bagi anak-anak muda yang mencari rezeki di pantai. Mereka menawarkan jasa penyewaan papan selancar kepada wisatawan.
Di sepanjang Pantai Kuta terdapat sekitar 70 tempat penyewaan alat selancar. Setiap penyewaan dijaga oleh 3 hingga 5 anak pantai.
Mereka tidak hanya menyewakan alat selancar, tetapi juga memberikan latihan atau kursus singkat bagi para pemula yang ingin berselancar. Untuk penyewaan papan selancar dikenakan tarif antara 15 ribu hingga 30 ribu rupiah per jam.
Jika ditambah dengan kursus singkat dikenakan biaya 100 ribu rupiah. Penghasilan anak pantai tidak menentu.
Bila wisatawan tidak begitu banyak, penghasilan yang diperoleh hanya cukup untuk makan. Namun menjadi anak pantai merupakan pilihan hidup mereka, selain karena tidak memiliki keterampilan, hasil yang diperoleh jauh lebih baik ketimbang pekerjaan kasar lainnya.
Terkadang anak pantai ini juga mendapat penghasilan tambahan, dengan manjadi guide bagi turis asing. Selain pandai bermain selancar, anak pantai ini juga mahir berbahasa asing, seperti bahasa Inggris dan Jepang. Umumnya anak pantai menguasai informasi obyek wisata di Bali.
Bali dan pantai tidak dapat dipisahkan. Wisatawan datang ke Bali untuk melihat panorama pantai yang indah. Salah satu daya tarik wisata Bali, pantainya dapat digunakan untuk berselancar. Kedatangan wisatawan ini dimanfaatkan warga di Bali untuk mencari nafkah. Salah satunya adalah anak pantai. (Helmi Azahari)