HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | RESPOND ONLINE | INDOSIAR PEDULI | CORPORATE INFO
RAGAM

Pawai Sinterklas, Rekatkan Hubungan Beragama



Pawai Sinterklas, Rekatkan Hubungan Beragama

Baca Juga:


Tags:

kehidupan

Berita HOT:

indosiar.com, Manado - Sosok Santa Claus atau Sinterklas merupakan sosok paling disukai anak-anak diseluruh dunia, karena dikenal dermawan dan gemar membagi-bagikan hadiah terutama disaat menjelang perayaan hari natal dan tahun baru.

Baru-baru ini ribuan Santa Claus turun ke jalan melakukan pawai dan parade di Jalan Protokol di Kota Manado, Sulawesi Utara. Selain sebagai rangkaian perayaan natal, kegiatan ini juga menjadi simbol kerukunan antar umat beragama di Sulawesi Utara.

Menyambut perayaan natal tahun ini, sedikitnya 1050 warga yang bercostum Sinterklas atau Santa Claus ini mengadakan parade atau pawai keliling kota Manado. Iring-iringan kendaraan yang telah dihiasi dengan berbagai aksesoris natal ini menyedot perhatian ratusan warga yang menyaksikan parade di tepi jalan sepanjang Jalan Boulevard, Manado.

Sambil berkonvoi, para tokoh Sinterklas ini menyanyikan lagu-lagu natal untuk menghibur warga dan sesekali membagi-bagikan hadiah kecil kesetiap anak yang dijumpainya.

Selain dalam rangka menyambut perayaan natal, parade Santa Claus yang digelar di kota Manado juga sekaligus mencatatkan Rekor Muri sebagai parade Santa Claus terbanyak yang pernah digelar di Indonesia.

"Dari pihak Museum Rekor Indonesia menyatakan Parade Santa Claus di Kota Manado adalah yang tersukses" ujar seorang panitia Robby Pangaila

Tokoh yang diyakini benar-benar ada dan bukan sekedar tokoh dogeng oleh sebagian besar penduduk dunia ini memang sangat dinantikan kehadirannya setiap menjelang natal terutama bagi anak-anak.

Meski tokoh berperut buncit dan berjenggot putih itu lahir di Eropa, namun di Manado, tradisi bagi-bagi hadiah oleh Santa Claus atau Sinterklas sejak lama telah menjadi kebiasaan setiap menjelang hari natal dan telah menjadi simbol kerukunan umat beragama di Sulawesi Utara. Karena pesertanya tidak hanya diikuti oleh umat Kristiani saja, namun juga diikuti oleh sejumlah umat muslim di kota Manado. (Alamsyah Johan/Sup)

Bookmark and Share