
Segmen I
indosiar.com, Jakarta - Kejahatan dengan modus hipnotis, bukan isapan jempol, namun nyata terjadi di sekitar kita. Sang penjahat, dalam sekejap bisa membuat korbannya, menuruti semua kemauannya. Korbannya sebagian besar adalah wanita.
Kejahatan di jalanan kini makin beragam. Jika selama ini penjahat menggunakan kekerasan, atau dengan memanfaatkan kelengahan orang, dalam beberapa tahun terakhir muncul modus yang cukup unik, hipnotis. Ya.... Cara ini memang tergolong ampuh. Hanya dengan menepuk bahu korban, atau menatap tajam mata si korbannya. Ajaib.....
Dalam sekejab korban tanpa sadar menuruti semua kemauan para penjahat. Biasanya penjahat meminta korban menyerahkan semua barang - barang berharga, seperti perhiasan, uang, atau bahkan bisa juga merenggut kesucian korban. Biasanya orang - orang yang melakukan kejahatan ini, mangkal di mal – mal, diperumahan, di rumah sakit dan di pasar - pasar tradisional.
Mereka juga berada di sejumlah bank - bank sambil mengamati korban yang mengambil uang, atau mau menyetorkan uang. Sebelum melakukan aksinya, sang pelaku biasanya melakukan pengamatan, untuk memilih korbannya.
Para penjahat hipnotis, biasanya juga berkelompok, dan memiliki tugas masing – masing. Bahkan ada yang menggunakan wanita cantik, untuk memudahkan operasinya. Dari sejumlah kasus, sebagian besar korbannya adalah wanita. Sebab wanita di anggap memiliki energi yang lemah di banding kaum pria. Namun demikian tidak sedikit kaum pria yang menjai korbannya.
Salah seorang korban kejahatan hipnotis menurutkan, ia menjadi korban kejahatan hipnotis, ketika baru saja keluar dari sebuah rumah sakit, di Jakarta Selatan, usai berobat. Awalnya ia tidak mengira akan menjadi korban, karena penjahat juga melibatkan para wanita cantik.
Lain lagi dengan kasus yang menimpa wanita ini. Ia menjadi korban saat berada di sebuah pasar. Sulitnya, meski kejahatan ini terjadi di keramaian, namun banyak orang yang tidak mengetahui sedang terjadi aksi kejahatan.
Salah seorang tersangka yang sudah ditangkap aparat kepolisian mengaku, saat beroperasi mereka biasanya berkeliling kemana saja untuk mencari kesempatan. Mereka beroperasi secara berkelompok. Kemampuan menghipnotis, diperolehnya dari temannya, yang terlebih dahulu mempunyai keahlian tersebut. Ada banyak trik yang bisa dilakukan untuk melumpuhkan korbannya.
Kasus kejahatan dengan modus hipnotis, termasuk jenis kejahatan penipuan. Kejahatan ini juga termasuk sulit diungkap. Di Polda Metro Jaya sendiri, tidak memiliki catatan yang lengkap untuk kasus ini.
Selain karena minimnya barang bukti, banyak korban kejahatan hipnotis memilih tidak melapor kepada polisi, dengan berbagai alas an, seperti malu, tidak ada saksi, tidak ada bukti, atau pesimis polisi bisa mengungkap kasus yang menimpanya.
Bahkan, sejumlah korban mengaku, ketika mengadu ke polisi tidak ditanggapi serius. Dalam Undang - Undang tindak pidana, juga tidak mengenal kasus - kasus hipnotis. Apa sebenarnya kekuatan hipnotis, sehingga bisa memperdaya orang dalam sekejap.
Segmen II
Anda memang harus waspada jika ada orang yang tidak dikenal tiba - tiba berlagak sok akrab. Jangan juga tertipu dengan penampilan fisiknya, karena banyak penjahat hipnotis adalah wanita cantik, atau pria yang meyakinkan. Hipnotis, konon adalah suatu kekuatan supranatural, yang memang bisa dipelajari.
Kejahatan dengan modus hipnotis, diakui sulit diantisipasi dan diberantas. Kejahatan ini lebih mengandalkan kemampuan supranatural si pelaku, dan keahliannya merayu korbannya. Biasanya para penjahat juga berlaku sopan dengan pakaian yang rapi. Bahkan tidak sedikit yang menggunakan wanita cantik, untuk memudahkan untuk merayu si korban.
Menurut salah seorang paranormal, Ki Joko Bodo, hipnotis adalah sebuah ilmu yang bisa dipelajari siapa saja. Pada dasarnya hipnotis adalah ilmu gendam, dan bukan ilmu guna – guna. Dulunya ilmu ini digunakan untuk pengobatan, namun oleh orang - orang tertentu, kemudian disalahgunakan untuk kejahatan.
Ilmu hipnotis atau ilmu gendam bisa di isi dengan cara transfer energi, selama 5 sampai lima belas menit. Kekuatan ilmu ini jika digunakan, bisa mencapai lima bulan. Namun ada sejumlah pantangan bagi para pemilik ilmu gendam, terutama yang digunakan untuk aksi kejahatan, seperti dilarang makan pisang atau kacang – kacangan. Jika pantangan itu dilanggar, biasanya mereka akan sial, dan bisa - bisa tertangkap saat melakukan aksinya.
Para penjahat hipnotis, biasanya berkelompok, dan memiliki kemampuan untuk merayu si korban. Biasanya korban terlebih dahulu diajak untuk berbicara kesana kemari, dan pembicaraan lebih banyak didominasi oleh si penjahat, hingga akhirnya korban benar - benar terperdaya. Biasanya para penjahat sudah tahu, mana orang yang bisa diperdaya. Hal ini bisa dilihat dari penampilan si calon korban.
Sementara itu, selebriti yang dikenal sebagai ahli hipnotis, Rommy Rafael mengatakan, pada dasarnya hipnotisme adalah suatu keadaan dimana seseorang dalam kondisi rileks. Jadi harus ada persetujuan antara orang - orang yang sedang melakukan hipnotis.
Hipnotis yang sebenarnya adalah ilmu untuk melakukan terapi medis. Bahkan di Eropa, hipnotis sudah diakui sebagai salah satu metodhe terapi pengobatan. Karena itu, hipnotis tidak bias untuk melakukan pemaksaan terhadap orang lain.
Kejahatan hipnotis yang sering terjadi saat ini, berdasarkan pengamatan Rommy, lebih banyak karena mitos. Ada kesalah pahaman yang dimunculkan oleh media. Aksi - aksi kejahatan yang sering terjadi, bukan dengan hipnotis yang sebenarnya, namun dengan cara lain.
Hingga saat ini hipnotis, juga masih digunakan untuk terapi penderita stress, phobia, narkoba dan lain - lain. Terkait dengan maraknya aksi kejahatan dengan modus hipnotis, aparat kepolisian sendiri kesulitan mengatasi kejahatan tersebut.
Dalam memidanakan para tersangka hipnotis ini polisi juga harus memutar otak. Bahkan aparat kepolisian harus ekstra keras dalam mencari sejumlah bukti untuk memenjarakan mereka yang diduga menjadi pelaku tindak kejahatan hipnotis.
Keterangan sepihak dari korbannya saja belum cukup menjadi bukti kuat, disamping polisi harus memiliki sejumlah bukti materiil. Jika kedua bukti tersebut telah dipenuhi barulah para tersangkanya dapat ditahan. Aparat kepolisian sendiri, kini lebih banyak memasukkan kasus - kasus kejahatan hipnotis sebagai kejahatan penipuan, atau pencurian dengan pemberatan.
Segmen III
Selalu bekonsentrasi, dan tidak mudah percaya bujukan orang ! Itulah salah satu kunci menghindari kejahatan dengan modus hipnotis, terutama jika berada di keramaian. Apalagi jika Anda berjalan sendiri, tanpa teman.
Tindak pidana kejahatan hipnotis memang sudah meresahkan warga. Karena kejahatan ini terus saja terjadi, dan belum banyak yang terungkap dengan tuntas. Yang lebih meresahkan, karena aksi kejahatan ini dilakukan oleh orang - orang yang berlagak sopan, ingin menolong, dan berpakaian rapi, sehingga sulit untuk diantisipasi.
Umumnya mereka yang menjadi korban tidak sadar dengan kehadiran para pelakunya. Bahkan saat proses kejahatan berlangsung, si korban seperti kehilangan akal sehatnya, menuruti semua kemauan si penjahat, termasuk untuk menyerahkan harta benda berharga. Si korban baru tersadar, saat si penjahat sudah menghilang bak ditelan bumi.
Apalagi, hingga saat ini, aparat kepolisian, juga masih kesulitan untuk memberantas tuntas kejahatan hipnotis, karena berbagai kendala. Karena itu, untuk menghindari aksi kejahatan ini, masyarakat diminta untuk waspada dan tidak mudah percaya kepada orang yang baru saja dikenalnya. Banyak kasus menunjukkan hal yang tidak wajar. Karena korban begitu mudah percaya dan terpedaya oleh orang - orang yang baru dikenalnya, namun mau menuruti semua kemauannya.
Untuk menghindari kejahatan hipnotis, paranormal Ki Joko Bodo juga meminta agar masyarakat harus kritis dan jangan mudah terperdaya dengan bujukan orang lain, terutama yang baru saja dikenalnya. Sebagian besar korban kejahatan ini, mereka tidak siap dengan kondisi dimana berhadapan dengan orang yang baru dikenal, dan terus merayunya.
Ki Joko Bodo sangat menyayangkan, tindakan orang - orang yang menyalahgunakan hipnotis, atau ilmu gendam, karena sebenarnya hipnotis, adalah ilmu untuk terapi pengobatan terhadap penyakit - penyakit tertentu.
Kejahatan hipnotis, memang tidak mungkin dihilangkan atau diberantas sampai akar – akarnya. Karena itu, masyarakatlah yang harus terus waspada, terutama bagi kaum wanita yang rentan terhadap aksi kejahatan ini.
Bagaimanapun yang terpenting bagi kita adalah “jangan mudah percaya terhadap orang lain”, terutama terhadap orang - orang yang baru dikenalnya. Meskipun orang tersebut berlagak sok sopan, berniat untuk menolong, namun jika pembicaraannya sudah mulai tidak masuk akal, lebih baik segera ditinggalkan.
Selalu waspada ditempat keramaian, tentu sebuah langkah antisipatif yang tepat, agar tidak menjadi korban kejahatan apapun bentuknya, termasuk hipnotis. Selain itu biasakanlah jangan sering melamu, orang melamun rata - rata memiliki pikiran yang kosong, dan hal inilah yang umumnya diserang oleh para pelaku tindak kejahatan hipnotis.
Dan yang paling penting bagi kita umat beragama, Selalu berdoa agar tetap diberi keselamatan. Dari sejumlah kasus menunjukkan, para pelaku kesulitan memperdaya korbannya dengan hipnotis, Saat si korban membaca doa - doa berdasarkan ajaran agama yang dianutnya. (Dv/Sup).