
indosiar.com, Malang - Mendekati Hari Raya Imlek, pengrajin lampion di Jalan Juanda, Kota Malang, Jawa Timur, terlihat makin sibuk menyelesaikan sejumlah order lampion yang akhir-akhir ini makin meningkat.
Salah satunya adalah kerajinan lampion milik Ahmad. Meski hanya menggunakan alat sederhana, namun kualitas lampion bikinannya tak kalah menariknya, dari lampion buatan pabrik.
Bahkan permintaan lampion bikinan Ahmad ini, meningkat hingga 75 persen dari tahun sebelumnya. Dalam sehari Ahmad harus bisa menyelesaikan 250 lampion.
Pemesan atau penjualan lampion ini hingga ke sejumlah kota di Indonesia, seperti Jakarta, Surabaya, Mataram, samarinda, Lombok, bahkan ke luar negri seperti Kanada.
Harganyapun beragam antara mulai 10 ribu hingga jutaan rupiah, tergantung besar ukuran serta model lampion.
Model lampion juga beragam, seperti model bundar, lonjong, hingga lampion yang berbentuk botol dengan ujung mengerucut.
Ahmad juga mengaku tak khawatir dengan lampion produk pabrikan. Karena lampion bikinanya meski dibuat dengan peralatan sederhana, namun kualitas dan kuantitas lampionya tidak akan kalah bersaing.
Apalagi harga lampion bikinannya jauh lebih murah dibanding harga pabrik.(Nur Rohman/Ijs)