
indosiar.com, Banyumas - Asal pisau setiap daerah selalu memiliki ciri khas tersendiri. Biasanya benda tajam itu berbentuk binatang, namun perajin pisau di Banyumas, Jawa Tengah, memproduksi pisau dengan bentuk yang berbeda, yaitu dengan menyerupai tubuh tokoh pewayangan dari puna kawan bernama Semar atau Ki Brojonoyo.
Konon untuk membuatnya disertai ritual, karena pisau ini memiliki nilai sejarah yang tinggi dan pernah menjadi bagian dari perjuangan rakyat saat mengusir penjajah.
Sekilas kegiatan para perajin pisau atau pandai besi di Desa Pasir Wetan, Kecamatan Karangluas, Banyumas ini, terlihat seperti biasa. Namun jika kita menengok pandai besi yang sedang membuat pisau berbentuk tokoh puna kawan Semar ada yang berbeda.
Mereka tidak sekedar pandai menempa dan membuat pola besi, tetapi juga harus mampu melakukan laku prihatin dengan cara melakukan puasa muti atau hanya memakan nasi dan tanpa memakan makanan asin. Seperti yang dilakukan Hadi Muhammad Ridwan warga Pasir Wetan, Karangluas, Banyumas ini.
Menurutnya saat membuat pisau yang berbentuk tubuh manusia dengan perut besar ini, pandai besi harus dalam kondisi bersih. Selain itu bahan besi tua juga tidak boleh diperoleh dengan cara yang tidak halal. Pandai besi khusus pisau Semar sebagian besar sudah berusia lanjut.
Mereka sebelumnya adalah para pejuang semasa - masa penjajahan. Para pengrajin pisau Semar percaya pisau jenis ini bukan senjata tajam biasa, namun memiliki tuah atau nilai magis yang bisa menumbuhkan kekuatan dan rasa percaya diri bagi yang memakainya.
Harga pisau yang bentuknya unik ini untuk ukuran kecil 25 ribu rupiah dan untuk ukuran jumbo sebesar 50 ribu rupiah. Meski dianggap memiliki nilai magis, namun memiliki pisau ini tak perlu perawatan khusus, seperti merawat keris atau benda keramat lainnya. Cukup dengan rajin mengasah dan memberikan rangka atau sarung dari kayu. (Nanang Anna Nur/Dv/Ijs)